Sukses

Alergi Susu Sapi pada Anak
03 Aug 2016, 22:04 WIB
Wanita, 32 tahun.

Bayi saya berumur tiga bulan, dua hari ini setiap jam 7 malam muntah disertai darah, bayi saya minum sufor kata dokter sih alergi susu sapi tapi saya belum beralih ke susu soya. Apakah kemungkinan karena alerginya itu dia muntahnya berdarah?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Manifestasi klinis alergi protein susu sapi (APSA) pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan sebesar 50-60 persen. Sisanya terlihat di kulit dan saluran nafas. Gejalanya mulai dari ringan sampai berat hingga mengancam jiwa, seperti asma berat, udem laring, dan anafilaksis yang berakibat tidak sadar atau maut.Manifestasi pada saluran pencernaan biasanya dalam bentuk muntah, diare, dan diare berkepanjangan. Jika anak tidak mendapat pengobatan tepat, dapat terjadi malnutrisi pada anak.

Alergi susu sapi adalah reaksi alergi yang melibatkan antibodi IgE terhadap satu atau lebih fraksi protein yang terdapat dalam susu. Alergi susu sapi sering dikacaukan dengan intoleransi lakstosa oleh karena gejalanya yang serupa. Bagaimanapun, intoleransi laktosa dan alergi susu sapi tidak berhubungan. Alergi susu sapi merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh sistem imun, sedangkan intoleransi laktosa adalah masalah yang disebabkan oleh sistem pencernaan.

Alergi susu sapi adalah reaksi alergi sejati yang dapat dideteksi dengan tes darah dan/atau prosedur sederhana yang disebut uji cukit kulit untuk memastikan apakah anak anda alergi terhadap susu sapi.

Apabila anak anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, susu gandunm, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai.

Terkait dengan keluhan yang dialami oleh anak Anda, kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak guna dilakukan pemeriksaan fisis secara langsung untuk menentukan diagnosis yang tepat dan tata laksana yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat,

Tim Redaksi Medis Klikdokter.

0 Komentar

Belum ada komentar