Sukses

Robekan Hymen dan Masturbasi
29 Jul 2016, 12:08 WIB
Wanita, 18 tahun.

saya masih remaja dan sudah melakukan masturbasi menggunakan 3 sampai 4 jari, apa hymen saya sobek ? jika iya, apakah bisa pulih lagi mengingat saya masih remaja. jika dilakukan tes keperawanan, apakah saya bisa lolos ? apakah ada perbedaan hymen robek karna masturbasi dengan karna hubungan sex

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda. 

Seperti layaknya laki-laki, perempuan juga tumbuh dengan memiliki kebutuhan batin terhadap hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Kebutuhan ini pada akhirnya dapat menimbulkan dorongan pada perempuan tersebut untuk melakukan masturbasi. Masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya masturbasi bukanlah suatu tindakan yang bijaksana. Masturbasi tentu bisa menimbulkan robek pada hymen, namun mengenai definisi keperawanan sendiri dapat berbeda-beda. Karena robeknya hymen bisa disebabkan oleh banyak hal. Mengenai robekan hymen, biasanya tidak dapat dibedakan. 

Apabila dilakukan terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan perubahan pola tidur, stres, gangguan panik/kecemasan, lemas, kurangnya konsentrasi, dsb. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. Tidaklah disarankan untuk melakukan masturbasi menggunakan benda-benda keras karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perlukaan pada daerah kemaluan dan sekitarnya. Mungkin juga hal ini yang menyebabkan keluhan rasa panas, perih dan tegang pada teman Anda. Meskipun, menjelang menstruasi memang secara normal dapat terasa nyeri pada daerah kemaluan karena pengaruh hormonal.

Oleh sebab itu, tindakan masturbasi sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari dengan cara mengalihkan perhatian setiap kali rasa ingin melakukan masturbasi itu timbul. Salurkanlah hasrat tersebut ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif seperti olahraga, bekerja, atau kegiatan lain yang disenangi. Tentunya akan lebih baik apabila memanfaatkan waktu luang yang ada untuk melakukan olahraga atau hobi yang lebih bermanfaat dibandingkan melakukan masturbasi. Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang.  

Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah: 1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan, dan 2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali. Sepertinya pertanyaan Ibu berkaitan dengan konsep yang pertama: himen.

Himen merupakan membran tipis yang ada di dekat bukaan vagina, bagian tengahnya bolong sehingga darah menstruasi dapat keluar. Sebetulnya, himen perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, yaitu karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memliki himen. Himen dapat robek tanpa disertai rasa sakit, ataupun disertai perdarahan.

Karena itu, walaupun himen yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan itu masih perawan, namun himen yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan. Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun himennya masih utuh, yang disebut himen yang elastis. Jadi sulit untuk membedakan. Karena itu konsep yang dapat digunakan di sini adalah keperawanan hilang saat seseorang melakukan hubungan intim. 

Untuk mengetahui apakah himen masih utuh atau tidak walau sudah pernah melakukan hubungan intim sebetulnya dapat diperiksa sendiri, yaitu dengan menggunakan cermin. Namun, hal itu sulit dilakukan. Dokter umum dapat memeriksa dengan cara melihat langsung bagian depan kemaluan/vagina.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Salam, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar