Sukses

Gangguan Pencernaan dan Susu Formula
26 Jul 2016, 21:40 WIB
Wanita, 33 tahun.

Anak saya umur 3bulan sering kembung perutnya klo habis minum susu bmt platinum dan sering flu hidungx tersumbat. Apakah anak saya perlu ganti susu bmt p-hp atau bmt soya dok.. Mohon saran dan infonya

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Gejala-gejala alergi susu sapi dapat mengenai saluran pencernaan, pernapasan, dan kulit akan semakin mengganggu aktivitas dan pertumbuhannya jika dibiarkan berlarut-larut. Gejala pencernaan seperti perut kembung, nyeri perut, atau kolik yang sering muncul akan sangat mengganggu bayi Anda. Ia akan menjadi rewel, dan tentunya mengganggu pikiran dan aktivitas Anda.  Selain menghambat pemasukan makanan, frekuensi muntah yang sering dapat mengiritasi kerongkongan anak. Anak pun berisiko mengalami penurunan nafsu makan – bahkan takut untuk makan – susu dan makanan akan terbuang sia-sia, dan membuat biaya membengkak. Diare kronis akan sangat merepotkan – harus sering mengganti popok dan berisiko menyebabkan iritasi bokong bayi yang memerlukan pengobatan lebih lanjut. Terlebih lagi, diare kronis akan menyebabkan penyerapan nutrisi yang kurang sempurna oleh usus, sehingga anak berisiko mengalami berat badan kurang, bahkan gagal tumbuh.

Prinsip utama dari tatalaksana alergi susu sapi adalah dengan menghindari makanan yang mengandung susu sapi dan segala jenis produk turunannya, seperti keju, yogurt, mentega, dan krim. Namun demikian, pemberian makanan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang tetap harus diperhatikan dengan memberikan makanan substitusi. Pada bayi di bawah usia 6 bulan, pemberian ASI eksklusif adalah yang terbaik bagi bayi.

Bagi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, ibu tetap dapat menyusui bayinya dengan memantang segala makanan yang mengandung susu sapi dan produk turunannya. Oleh karena itu, ibu perlu mendapatkan suplementasi kalsium untuk menjaga kandungan kalsium dalam ASI.

Sementara itu bagi bayi yang mendapatkan susu formula, ia harus mengonsumsi susu dengan formula hipoalergenik. Yang termasuk ke dalam kelompok tersebut adalah susu hidrolisat ekstensif dan susu formula asam amino, sedangkan susu hidrolisat parsial tidak dapat digunakan untuk terapi. Anak dengan gejala alergi ringan hingga sedang dapat meminum susu formula hidrolisat ekstensif. Namun mereka yang memiliki gejala berat harus mengonsumsi susu formula asam amino.

Bayi dianjurkan meminum susu hipoalergenik tersebut selama enam bulan, untuk kemudian dilakukan uji provokasi kembali. Jika sudah toleran terhadap susu sapi, bayi dapat meminum susu formula biasa seperti sedia kala. Namun jika gejala alergi masih timbul, ia harus melanjutkan konsumsi susu hipoalergenik selama enam bulan ke depan untuk dites kembali, dan seterusnya. Bayi usia enam bulan ke atas yang sudah diperkenalkan dengan makanan padat juga harus dijaga makanannya dari segala komponen susu sapi dan turunannya.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar