Sukses

Penis Bengkok dan Cara Memperbesar Penis

25 Jul 2016, 23:13 WIB
Pria, 19 tahun.

selamat siang dok , saya ingin menanyakan tentang kesehatan mr p saya . saya suka onani paling tidak sehari satu kali bahkan pernah 2 kali , setiap onani saya membutuhkan waktu 1-2 menit untuk keluar , jika saya dibantu onani oleh pasangan paling tidak sebelum 1 menit saya sudah keluar . trus penis saya sedikit ke arah ke kiri apakah itu berpengaruh besar nanti? bagaimana cara nya agar penis lurus? dan saya bersnggapan bahwa penis saya tidak terlalu nesar ( kecil ) bagaimana cara membesarkannya dok agar saya bisa memuaskan pasangan saya . dan selama ini saya takut mandul dok . trims

Halo, terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sebelumnya perlu diketahui sejak kapan Anda mengalami hal ini? Apakah sebelumnya pernah mengalami luka/cedera di daerah tersebut? Pernahkah Anda merasa nyeri berkepanjangan saat ataupun setelah orgasme? Apakah lubang kencing Anda tidak berada di ujung penis?

Penyebab paling sering adalah Peyronie's Disease, yaitu sebuah keadaan terbentuknya lapisan jaringan fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi. Pada pemeriksaan fisik dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis. Beberpa obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keadaan ini. Namun, banyak juga yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalah genetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menybebkan bengkok) pada tangan atau kaki (kontraktur Dupuytren). Penyebab lain dapat berupa striktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

Bila memang lubang penis tidak berada di ujung penis (hipospadia) memang dapat mengakibatkan sulit memperoleh keturunan. Kesulitan membuahi akibat sperma yang normalnya dikeluarkan melalui saluran yang sama dengan air seni tidak akan dapat mencapai organ kelamin wanita. Penis bengkok yang sering menyertai hipospadia akan menambah kesulitan pada waktu berhubungan.

Umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, tergantung penyebabnya dapat dilakukan tatalaksana dengan obat maupun dengan operasi. Biasanya dokter akan mengamati dulu perkembangan keadaan ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, karena beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

Bagaimana dengan cara Memperbesar Penis?

Meskipun teknologi medis yang sudah demikian maju belakangan ini, tetap saja tidak sedikit khalayak yang akhirnya memutuskan untuk memperbesar penis dengan metode yang belum tentu aman pelaksanaan dan dampaknya. 

Berikut ini adalah beberapa metode memperbesar penis yang marak beredar di pasaran dewasa ini:

  • Pil dan lotion
    Biasanya mengandung vitamin, mineral, herbal atau hormon yang mengklain dapat memperbesar penis. Tidak ada satupun produk tersebut yang telah terbukti secara ilmiah dapat memperbesar penis dan beberapa justru terbukti berbahaya. Kesimpulannya? BAHAYA.

  • Vacuum pump
    Pompa bekerja dengan mengalirkan darah ke penis dan membuatnya membengkak, seringkali digunakan untuk terapi disfungsi ereksi dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan rusaknya jaringan elastis pada penis. Kesimpulannya? BERISIKO dan BAHAYA.

  • Stretching
    Prosedur ini menggunakan semacam alat untuk menghasilkan traksi pada penis. Belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahwa prosedur ini dapat meningkatkan ukuran penis. Prosedur ini sendiri dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut, nyeri dan defek pada penis. Kesimpulannya? BERISIKO.

Bagaimana dengan Tindakan Bedah?

Perlu diingat bahwa metode bedah sebagai cara memperbesar penis bukanlah didasarkan atas indikasi kosmetik. Tindakan bedah dilakukan pada laki-laki yang memiliki gangguan fungsi pada penis karena cacat lahir atau trauma. Prosedur bedah sendiri beresiko menyebabkan terjadinya penis yang bengkok dan asimetris.

Saya menyarankan agar Anda berkonsultasi ke dokter spesialis urologi. Dokter tersebut dapat melakukan pemeriksaan secara lengkap, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan tambaha jika diperlukan. Pemeriksaan tambahan dapat berupa ultrasonografi penis untuk melihat struktur jaringan penis. Bedasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan merencankan tatalaksana yang sesuai untuk keadaan Anda.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar