Sukses

Gangguan BAB Setelah Minum Susu
26 Jul 2016, 21:56 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok mw bertanya,,anak sy dr bayi sampai skrg udh berumur 5th tp tiap kali dy minum susu sapi yg brupa bubuk dan susu yg rasa coklat dy ssh bab(bab keras)...padahal udh ganti susu ap aja...tp anehy ad satu susu yg bs dicerna anak sy dan bab nya lancar yaitu susu putih kemasan kaleng..tp harus yg rasa vanila dok lain rasa itu sprti coklat dy gx bs,psti bab ssh....yg sy tanyakan itu pengaruh ap ya dok??? Wajar ato tidak dok...mohon jwabany...trimakasi dok...

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB anak dengan semakin bertambahnya usia anak, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan anak. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi anak untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada anak bervariasi, dapat 2-3 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada anak dapat juga terjadi karena anak masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada anak anda, Anda tidak perlu khawatir karena anak akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada anak Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa anak Anda ke dokter spesialis anak.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar