Sukses

Penanganan Anak Campak

23 Jul 2016, 22:16 WIB
Pria, 25 tahun.

selamat pagi dok.. Anak saya umur 5 bulan, kemarin awalnya demam, pilek, batuk trus keluar bintik-bintik merah, dan ternyata kena campak. sekarang Bintik-bintik merah di badan sudah mulai hilang, tapi batuknya tetap dan malah menjadi. sudah konsultasi ke dokter dan katanya kena radang paru-paru. pertanyaan saya, apakah radang paru-paru ini akibat dari sakit campak tersebut ataukah bukan? apakah itu penyakit yang berbahaya? dan bagaimana seharusnya kami merawat putri kami? terima kasih

 

Terimakasih telah menggunakan layanan E-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com. 

Campak mempunyai gejala pada awalnya demam tinggi, batuk, pilek, mata merah yang muncul, silau bila terkena cahaya dan seringkali diikuti diare. Setelah itu muncul bintik-bintik kemerahan yang muncul pertama kali di wajah pada daerah batas rambut dan dahi, serta belakang telinga, menyebar ke badan sampai pada kaki. Bintik-bintik merah ini terasa gatal dan bertahan selama 5-6 hari. Setelah itu, bintik-bintik merah akan berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya dan menjadi kehitaman lalu mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu. Penyakit ini disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh sendiri.

Istirahat total disarankan untuk mempercepat penyembuhan penyakit ini. Obat-obat yang dapat diberikan adalah obat-obat simtomatik untuk meredakan gejalanya saja seperti obat penurun panas (paracetamol, ibuprofen), obat batuk pilek (OBH, efedrin, CTM).

Konsumsi Vitamin C juga berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan penyakit campak. Pemberian cairan yang cukup diperlukan untuk mencegah dehidrasi akibat diare. Bila ada komplikasi seperti dehidrasi akibat diare berkepanjangan, anak menjadi sulit makan, kejang, demam > 40 derajat celcius, segera bawa anak tersebut ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Kami sarankan anda konsultasi dengan dokter spesialis anak untuk diperiksa lebih lanjut dan dicari penyebab dari gejala yang dialami anak anda, sehingga dapat diberikan pengobatan yang sesuai dengan kemungkinan penyebab seperti diatas.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar