Sukses

BAB Jarang
07 Aug 2016, 21:01 WIB
Wanita, 3 tahun.

Dear dokter,.saya ibunya ratu mau sedikit bertnya.,masalah BAB anak sy. Saat ini dia minum susu BMT php,. Berhubung asi sy sdh kering jd sy kasih sufor. BAB nya tdk setiap hari. Bisa 3hr sekali. Wrn feses hijau tua cenderung gelap. Selama tdk BAB,bayi sy sering buang angin bau sekali. Apakah itu normal? Bayi sy tdk bgtu rewel. Tapi sy takut sufornya ga cocok dok. Terima kasih

Halo.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Susu Formula

Bayi usia 1-2 bulan sebenarnya belum memerlukan makanan tambahan. Bayi usia 0-6 bulan dianjurkan untuk mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif, sedangkan MPASI (Makanan Pengganti ASI) baru diberikan setelah usia 6 bulan. ASI dapat diteruskan hingga usia 2 tahun.

Jika Ibu mengalami kesulitan tertentu untuk memberikan ASI maka bayi dapat diberikan susu formula. Dalam memilih susu formula untuk bayi, yang perlu diperhatikan adalah kandungan nutrisinya. Pilihlah susu dengan kandungan nutrisi yang baik dan lengkap yang dibutuhkan oleh bayi. Selain itu perhatikan konsistensi susu, jangan dibuat terlalu pekat atau terlalu cair.

Gangguan BAB pada Bayi

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Bagaimana dengan frekuensi minum ASI dan susu formula anak Ibu?

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter spesialis anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar