Sukses

Bahayakah Asthenozoospermia?

27 Jul 2016, 17:09 WIB
Pria, 29 tahun.

hasil tes sperma saya asthenozoospermia dari min 40%, saya hanya 37% apakah hasil itu sudah termasuk bahaya atau bagaimana dok? saya diberi obat Neo Provigor dan Androlon Mesterolon oleh Dokter, Apakah obat tersebut Cukup baik Untuk Mengobati Penyakit Saya Dok? Berapakah Presentasi Untuk Saya Dapat Membuahi Sel Telur Istri Saya Dok? Terimakasih.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Asthenozoopermia yaitu dari semua sperma yang ada, yang pergerakannya normal  (gerak lurus cepat atau gerak lurus lambat) kurang dari 40%. 

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

  • Kelelahan
  • Tidur yang kurang
  • Kegemukan
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi
  • Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
  • Ketidakseimbangan hormon testosteron
  • Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)
  • Infeksi saluran reproduksi
  • Kelainan kromosom

Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:

  • Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel) 
  • Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria 
  • Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma. 
  • Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur. 
  • Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan. 
  • Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.

Yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya adalah berolah raga teratur, makan makanan yang banyak mengandung zink (sea food, terong), dan vitamin E (tauge) yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma.

Hindari stres dan faktor risiko yang kami sebutkan di atas dapat membantu memperbaiki kualitas sperma. Kami sarankan agar Anda melanjutkan konsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter. Penderita asthenozoospermia tetap dapat membuahi sel telur karena masih memproduksi sperma, meskipun kesempatannya menjadi jauh lebih kecil.

Di samping mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi agar dapat diketahui penyebabnya serta diobati sesuai dengan penyebabnya.

Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar