Sukses

Diare pada Anak?
21 Jul 2016, 13:27 WIB
Pria, 28 tahun.

Dok sy mau tanya.. semenjak usia 10 bln anak sy skt diare smpe drwt di Rs dlm sblan 3x.kt dokter dianjurkan pake susu Soya.tp smpe Skrg masih diare gmn solusinya dok tp anak tetap aktif n doyan makan makasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Untuk menentukan penyebab diare yang dialami anak Anda, ada beberapa informasi yang akan dibutuhkan, seperti sejak kapan diare timbul, frekuensi BAB, apakah disertai dengan keluhan demam mual, muntah, sulit makan, atau sulit minum, apakah ada darah/lendir, warna apakah BAB anak Anda, apakah masih ada ampas atau hanya air saja, serta apakah sempat didiagnosis dengan alergi susu sapi atau susu formula, dan sebagainya.

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB > 3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir.

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam. 

Diare pada anak  perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali terjadi dehidrasi (kekurangan cairan) akibat diare. Yang diperlukan adalah pemantauan jumlah cairan yang keluar dan masuk dari tubuh anak. Lalu, setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak sesuai takaran yang dianjurkan.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit Selain itu pengobatan diare pada anak menurut WHO adalah dengan pemberian zink yang dosisnya disesuaikan dengan usia. Zink diberikan sampai 10 hari.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus.  Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan  anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan,  segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Pada anak-anak dengan diare berkepanjangan, juga dapat dicurigai adanya riwayat alergi susu sapi atau susu formula, dimana dapat diberikan tatalaksana yang sesuai. Disini, kami menekankan pentingnya pemeriksaan fisis secara langsung oleh dokter untuk menentukan diagnosis yang tepat serta tatalaksana yang sesuai.

Kami sarankan apabila diare dirasakan memberat dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan, segera bawalah ke dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak.

0 Komentar

Belum ada komentar