Sukses

Nyeri Haid Bisakah Menghambat Kehamilan?
30 Jul 2016, 09:43 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok saya sudah mnikah 1tahun lbih .. tp blom punya anak .. kami sudah priksa k dokter kata-ny bagus" aja ... tp saya ada kluhan saat mens, saat mulai mens smpai hr k-2 saya merasa perih banget di perut d pinggang smpai" mau pingsan dok ... pdahal udh minum obat tp gx sembuh/saat mens d bulan brikut-ny mersakan sakit yg sama jg ...

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Nyeri sewaktu haid disebut dismenore (dysmenorrhea). Nyeri ini terasa di perut bagian bawah. Nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah haid. Dapat bersifat hilang timbul atau terus menerus. Nyeri ini diduga terjadi akibat adanya kontraksi rahim pada saat mengeluarkan darah haid. Sering kali rasa tidak nyaman di perut bawah dan mual disalah artikan sebagai dismenore, oleh karena itu istilah ini hanya digunakan jika terasa nyeri yang demikian hebat, hingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan aktivitasnya untuk beberapa jam hingga beberapa hari.

Dismenore dibagi menjadi 2 berdasarkan penyebabnya;

  1. Dismenore primer. Adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa adanya kelainan pada sistem reproduksi yang tampak nyata. Pada tipe ini nyeri terjadi beberapa waktu setelah menarke (menstruasi pertama), biasanya setelah 12 bulan atau lebih. Hal ini dikarenakan pada siklus-siklus mens pada bulan-bulan pertama setelah menarke umumnya belum mengeluarkan sel telur (anovulatoar) yang tidak disertai rasa nyeri. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelum atau bersamaan dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam, walaupun dalam beberapa kasus dapat berlangsung hingga beberapa hari. Sifat rasa nyeri kolik hilang timbul, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. bersamaan dengan rasa nyeri dijumpai juga rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas, dan sebagainya
  2. Dismenore sekunder. Terjadi akibat adanya gangguan pada sistem reproduksi yang nyata, penyebabnya antara lain;
    • Infeksi. Nyeri terasa sebelum haid
    • Tumor. Nyeri bersifat kolik/hebat
    • Penebalan dinding rahim / endometriosis. Nyeri masih ada setelah haid berhenti

Bagaimana dengan Anda? Apakah gejala yang Anda rasakan sesuai dengan keterangan diatas? Jika ya, Pada tipe yang mana? Jika sesuai dengan gejala dismenore primer, maka hal ini dianggap wajar, dan diberi terapi hanya jika nyeri sangat hebat tak tertahankan hingga selalu mengganggu aktivitas. Jika gejala Anda mendekati dismenore sekunder, artinya terdapat gangguan pada salah satu sistem reproduksi Anda, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan kembali untuk mengetahui kondisi dan solusi terkait masalah Anda ini.

Dan rencanakan kehamilan anda dengan dokter kebidanan anda.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar