Sukses

Mencegah Jerawat Berulang dan Mengobati Bekas Jerawat
16 Jul 2016, 22:23 WIB
Wanita, 26 tahun.

saya punya masalah dengan noda jerawat, walau jerawat g diganggu sama sekali kalau kempes tetep ninggalin noda yang lama dan susah hilangnya, terus dibekas jerawat yang ada sewaktu-waktu timbul lagi jerawat nya. kenapa y dan apa solusi ny?

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com

Penanganan jerawat dan bekas jerawat memang dapat menjadi beban pikiran tersendiri. 

Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini: 

  • Stress
  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  • Keturunan dari orangtua
  • Bakteri di pori-pori kulit

Stres sangat berpengaruh terhadap timbulnya jerawat. Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stres dan sebagainya. 

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Gunakan sabun pencuci wajah untuk kulit berminyak. Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoid acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock yang non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan dokter.

Produk kosmetik memang dapat memperparah timbulnya jerawat. Bedak dan foundation dapat menutupi pori-pori, menyumbat pengeluaran sebum dari folikel rambut, dan pembentukan komedo. Sebenarnya tidak ada larangan untuk menggunakan produk kosmetik, asalkan Anda menggunakan produk yang tepat. Namun, saat menggunakan kosmetik Anda juga harus sering mencuci muka (minimal setiap 4 jam/hari). Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk wajah berjerawat atau dengan sabun bayi. Tidak menggunakan kosmetik saat sedang pengobatan akan lebih baik.

Memang pengobatannya membutuhkan jangka waktu lama dan kesabaran. Kami sarankan agar tidak berganti-ganti dokter karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. Jika berganti-ganti dokter, maka setiap dokter baru biasanya akan memulai pengobatan dari awal lagi.

Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan  kebersihan wajah. Namun, sebaiknya sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, kulit Anda akan dianalisa terlebih dahulu seperti jenis jerawat, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu, baru dipilihkan jenis cairan kimia dan konsentrasi/ kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Bekas jerawat dapat berupa jaringan keloid yang menonjol atau berupa lapisan kulit yang masuk ke dalam. Bekas jerawat dapat dihilangkan dengan beberapa cara, misalnya dengan terapi laser, dermabrasi, dll.  Namun, penanganan bekas jerawat ini sangat tergantung dari luas serta kedalaman bekas jerawat. Pada keadaan ringan, bekas jerawat dapat memudar hanya dengan pemberian hidrokuinon 2% (termasuk dalam dosis aman) hanya tepat pada daerah bekas jerawat. Selain itu, bekas jerawat juga dapat disamarkan dengan cara pemberian krim malam yang umumnya mengandung asam retinoat yang diresepkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Kemudian cara lain yang dapat memudarkan atau bahkan menghilangkan bekas jerawat yaitu Prosedur Chemical peeling. Kedua prosedur tersebut (krim malam yang mengandung asam retinoat dan chemical peeling) bekerja dengan cara mempercepat proses regenerasi kulit, sehingga sel-sel kulit baru akan lebih cepat timbul. Jerawat akan meninggalkan bekas pada permukaan kulit yang terinfeksi, namun sebenarnya berat-ringan bekas jerawat dan hubungannya dengan lamanya pengobatan pada dasarnya dipengaruhi juga oleh jenis kulit itu sendiri dan keadaan tersebut berbeda-beda antara setiap individu.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar