Sukses

BAB Anak Sulit, Kenapa?
13 Jul 2016, 14:55 WIB
Wanita, 5 tahun.

Hai dokter.nma saya elis.yg ingin sy tanyakan adalah ttg bab ank sya.ank sy skrg minum susu morinaga chill school platinum.napa kdg babnya suka kering ya dok padahal byk minum air putih dan ada konsumsi buah juga.solusinya apa y dok supaya babnya lancar dan tidk kering?thanks

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda, 

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB. Bagaimana dengan frekuensi minum ASI dan susu formula anak Anda? Makanan Tambahan Pendamping ASI apakah yang sudah Anda berikan pada anak anda?

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.
  • Kemungkinan berikutnya adalah pembuatan susu formula yang terlalu pekat atau kental. Untuk mengatasinya, Anda dapat memberikan lebih banyak cairan dan mengencerkan susu yang diminumnya.
  • Kurang asupan serat seperti buah-buahan dan sayuran
  • Kurang minum
  • Penurunan frekuensi BAB pada bayi juga seringkali terjadi akibat gangguan fungsional, misalnya akibat bayi menahan keinginan BAB karena pernah merasa kesakitan akibat feses atau tinja yang keras.
  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar
  • Kelainan organik seperti penyempitan rektum (bagian usus yang dekat dengan anus), dll.

Anda dapat mencoba meningkatkan frekuensi minum dan meningkatkan lagi konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran anak Anda. Pemberian multivitamin pada umumnya tidak menyebabkan sulit BAB. Namun, bila konsumsi mineral Calcium tinggi dapat menyebabkan sulit BAB. Anda dapat membujuk anak dengan memberikan hadiah bila ia makan buah dan sayuran.

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter spesialis anak Anda.

Beriku kami lampirkan beberapa artikel untuk menambah informasi Anda :

Manfaat Air Susu Ibu (5 Juli 2010)

ASI Tidak Keluar, Bagaimana?

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar