Sukses

Alergi Susu Sapi
15 Jun 2016, 12:17 WIB
Wanita, 21 tahun.
pagi dok,,, Dari ummur 6 bulan dia ASI Eklusif tp setelah 6 bulan sya kasih susu formula sedikit demi sedikit tapi ternyata dia langsung sakit dan sya bawa kr dokter dy ternyata alergi susu sapi dan tidak boleh makan telur, ayam, ikan laut dan coklat , Dan yang saya mau tanyakan anak sya kan sudah umur 21 bulan apakah blh susu y saya ganti susu sapi karena selama nie susunya susu soya Terima kasih,,,
dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

 

Halo, selamat pagi, kami memahami kekhawatiran Anda.

Sebenarnya ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Anda tidak perlu mengganti ASI menjadi susu formula walaupun ia telah berusia 6 bulan. Anda bisa terus lanjut memberikan ASI sampai usia 2 tahun, sambil diberikan makanan tambahan MPASI setelah usia 6 bulan.

Jika sudah tegak diagnosis alergi susu sapi, memang anak disarankan untuk menghindari semua makanan dan minuman yang mengandung susu dan produk turunannya, seperti mentega, krim, yogurt, keju, dll.

Namun, sebagian besar anak (sekitar 70%) akan terbebas dari alergi susu sapi ini, antara usia 1 hingga 5 tahun. Menurut panduan dari IDAI, anak dapat dicoba kembali diberikan susu sapi setelah 6 bulan diberikan susu soya. Anak Anda sudah lebih dari 6 bulan mengonsumsi susu soya. Dengan demikian, Anda dapat mencoba memberikan susu sapi sedikit, untuk melihat reaksinya.

Apabila sudah tidak lagi timbul reaksi alergi, maka artinya anak Anda sudah terbebas dari alergi susu sapi. Namun apabila masih timbul gejala, Anda harus bersabar sedikit lagi.

Perlu diperhatikan agar Anda tidak memberikan susu sapi bersamaan dengan makanan-makanan yang anak Anda juga alergi, seperti telur, ayam, ikan laut, dan coklelat. Namun perlu dipastikan juga, apakah benar anak Anda alergi dengan bahan tersebut? Harus dipastikan dengan pemeriksaan, karena pemantangan makanan yang terlalu banyak dikhawatirkan dapat mengganggu tumbuh kembang anak karena kekurangan nutrisi.


Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar