Sukses

Penyebab Sesak Nafas Anak

04 Jun 2016, 15:50 WIB
Wanita, 10 tahun.
Anak saya lahir pada umur 9 bulan setengah, dan dikatakan ada ketuban yang tercampur dalam kandungannya. Setelah lahir, Ia disuntik untuk diberi vitamin agar dapat membersihkan campuran air ketubannya. Setelah itu anak saya doyan ASI, murah senyum dan hidup layaknya bayi normal lainnya. Menginjak umur 5 bulan masuk opname pertamakali akibat panas 38 celcius. Setelah itu 3 sampai 4 kali opname karena gejala panas, batuk, pilek. Menjelang 9 bulan mulai rewel sekali, malam sampai pagi sering menangis tanpa henti. terkadang susah BAB namun maksimal 4 hari sudah bisa BAB. ASI tetap lancar dan diberikan tanpa susu kaleng. Namun ia masih belum bisa duduk, hanya bisa membalikkan badannya. Beberapa kali melakukan rawat jalan , namun diagnosa masih belum diketahui. Terakhir dokter merujuk untuk dibawa ke spesialis tumbuh kembang karena didiagnosa kelebihan berat badan yang mengakibatkan ia susah duduk. Kami bawa ke tumbuh kembang, namun dokter tubuh kembang butuh diagnosa yang jelas dari yang merujuk. Malam harinya, kami beri cairan berisi minyak cap lang dan garam dicampur dalam air panas dalam baskom, kemudian anak kami di tengkurapkan supaya pileknya reda. Pagi harinya kami membawa ke rumah sakit karena tiba-tiba anak kami sesak. DI rumah sakit kami dibilangi bahwa anak kami terkena radang otak, namun kami belum yakin mengingat klaim dokter itu tidak menggunakan peralatan medis yang dapat membuktikan bahwa anak kami terkena radang otak. Beberapa kali hasil lab darah, menunjukkan bahwa anak kami normal. Begitu pula lab urine juga tidak menunjukkan gejala yang aneh. Anak kami lalu dipasangi infus dan bantuan oksigen pernafasan. Sampai sore hari, anak kami mengalami kejang, dan diberikan suntikan anti kejang, selang 15 menit kejang lagi dan diberikan suntikan lagi. Di ujung kepalanya, diantara ubun2 dan dahi ada benjolan yang kembang kempis. Beberapa saat benjolan itu mengempis sehingga nampak cekung kebawah. Wajahnya membiru, tangan dan kaki terlihat bercak merah agak besar (tidak seperti gejala DBD). Sampai pukul 11 malam anak kami dinyatakan meninggal dunia. Berikut adalah rekam medis rawat jalan nya: https://drive.google.com/folderview?id=0B9pNf34ddK1XOXBqUzZWVzVnUFk&usp=sharing Mohon penjelasan lebih lanjut, apa yang sebenarnya terjadi pada anak kami? Terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan, kami turut prihatin dan berduka cita atas kejadian yang menimpa anak Anda. Semoga Anda dan keluarga tabah dalam menerima cobaan ini. Penyebab sesak pada anak biasanya dapat berupa alergi saluran nafas atau biasa disebut asma atau infeksi saluran pernafasan. Melihat gejala sesak berat yang tiba-tiba, tanpa gejala sebelumnya, bisa jadi anak Anda mengalami infeksi saluran pernafasan. Jika anak Anda sesak setelah diberikan cairan cap lang, apakah ada tanda-tanda tersedak saat Anda memberikannya? Jika ada tanda tersedak, bisa jadi anak Anda mengalami masuknya cairan ke paru-paru dan akhirnya sesak. Namun sulit bagi kami menyatakan diagnosis pasti tanpa pemeriksaan fisik langsung pada anak Anda. Karena untuk menegakkan suatu diagnosis diperlukan gabungan dari wawancara medis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. 

Izinkan kami menjelaskan tentang tahap perkembangan anak. 

Berikut ini adalah tahapan perkembangan anak usia 6-12 bulan:

Pada bulan keenam, bayi senang berceloteh, dan tangannya semakin mahir dalam menggenggam benda-benda disekitarnya. 

Bulan ke tujuh, sang bayi mulai belajar untuk merangkak. Sang bayi juga mulai dapat memberikan respon ekspresi dan emosi orang lain. 

Bulan ke delapan, bayi mulai dapat duduk tanpa sokongan, bertepuk tangan, dan lebih responsif dalam interaksi dengan orang lain. 

Bulan ke sembilan, bayi mulai mencoba merangkak, mencengkeram benda dan kadang bisa merasa gelisah jika berada di tengah orang asing. Ajarilah anak untuk menyebut perkataan yang mudah seperti ‘mama’ dan ‘papa’ untuk merangsang kemahirannya bercakap. 

Bulan ke sepuluh, bayi mulai dapat berdiri, menyusun dan mengatur mainan. Bayi juga mulai dapat melambaikan tangan. Bayi juga mulai mengerti hubungan sebab akibat seperti, “Jika aku menangis, maka ibu akan datang”. 

Bulan ke sebelas, sang bayi mulai dapat berjalan dengan bantuan benda disekitarnya. Bayi juga sudah dapat mengucapkan kata ‘papa’, ‘mama’. 

Bulan ke dua belas, bayi sudah dapat berdiri tanpa berpegangan, sudah dapat mengucapkan dua-tiga kata, dan menirukan beberapa gerakan yang sering Anda lakukan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar