Sukses

Feses Berwarna Hijau Pada Bayi
04 Jun 2016, 08:18 WIB
Wanita, 4 tahun.
dear dokter... semenjak beralih kemorinaga php bab ankku berubah warna menjadi hijau tua...tidak ada gejala yg lain sih. cuma krg nyaman saja. apakah itu berbahaya? tks

Terima kasih telah menggunakan layanan e­konsultasi klikdokter.com.

Ibu yang terhormat, kami sangat memahami kekhawatiran Anda

Pada bayi perubahan warna feses menjadi hijau masih dapat dikatakan sebagai suatu perubahan yang normal, selama tidak disertai oleh keluhan­keluhan lain, seperti nafsu makan yang menurun, terdapat darah pada BAB, muntah, bayi lebih rewel, berat badan menurun, dsb. Selain itu feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 ­ 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 ­ 7 hari.

Feses yang berubah menjadi hijau dapat terjadi karena bayi Anda hanya mengonsumsi makanan yang mengandung rendah lemak. Lemak biasanya didapatkan oleh bayi dari ASI. Namun bukan berarti semua ASI yang diberikan pasti tinggi lemak. Dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilk) dan ASI belakang (hindmilk). Saat bayi menyusu, ia akan selalu menghisap ASI depan terlebih dahulu. ASI depan (foremilk) memiliki banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sementara ASI belakang (hindmilk) mengandung banyak lemak. Pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, feses yang keluar akan didominasi warna kuning/golden feces, dan warna tersebut normal. Warna kuning ini berasal dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Pada anak yang diberikan makanan lain selain ASI, seperti bayi Anda, menyebabkan terjadinya perubahan pada proses pencernaan dan akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga menyebabkan terbentuknya gas yang terlalu banyak sehingga bayi sering kentut dan merasa tidak nyaman.

Namun alangkah baiknya jika Anda tetap mengonsultasikan keluhan Anda kepada dokter spesialis anak unuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar