Sukses

Pasca Operasi Sendi Tumit dan Spur Tulang

01 May 2016, 18:55 WIB
Wanita, 29 tahun.

saya bekti, 5 bulan lalu saya mengalami kecelakaan di angkle kanan saya terpelintir ke samping dan sudah operasi pengembaliaan angkle, selang 2 bulan saya disuruh dokter foto scan angkle saya dan hasilnya ada calcenus spur diextra. pertanyaan saya setelah satu tahun nanti apa perlu implant / PEN saya lepas/dan bagaimana untuk mengatasi pembentukan taji tumit di kaki saya? atas jawabanya terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda, Pen digunakan untuk membantu proses penyembuhan tulang yang patah dengan cara meng-fiksasi atau menahan agar patahan tulang tidak bergerak-gerak selama penyembuhan. Karena itu, setelah penyembuhan tulang sudah terjadi, pen dapat dilepas. Proses penyembuhan setelah pelepasan pen seharusnya lebih cepat, karena penyembuhan tulang sudah terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa pen yang terlalu lama dipakai (tidak dilepas) berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, terutama infeksi. Selain itu, pen yang digunakan juga memiliki risiko pecah atau berubah bentuknya, sehingga lebih sulit untuk dilepas jika terlalu lama. Silahkan Anda konsultasikan dengan dokter bedah tulang Anda.

Untuk masalah spur tulang biasanya disebut dalam bahasa awam pengapuran. Pengapuran sendiri di dunia medis banyak berhubungan dengan Osteoatritus. Osteoartritis adalah suatu kelainan sendi kronis (jangka lama) dimana terjadi proses pelemahan dan disintegrasi dari tulang rawan sendi yang disertai dengan pertumbuhan tulang dan tulang rawan baru pada sendi. Kelainan ini merupakan suatu proses degeneratif pada sendi yang dapat mengenai satu atau lebih sendi.

Hal ini terjadi karena bagian persendian tulang menjadi aus sehingga terjadi penumpukan zat kapur di daerah persendian. Hal ini menyebabkan kekakuan persendian dan menimbulkan rasa pegal-pegal dan nyeri.

Tatalaksana terhadap OA secara umum dapat dibedakan menjadi tatalaksanan non bedah dan bedah. Tatalaksana non bedah berupa obat-obatan, perubahan pola diet, fisioterapi, serta modifikasi aktivitas.

Perubahan pola dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan kandungan lemak dan kolesterol yang dapat meningkatkan berat badan dan memperberat OA yang terjadi. Makan makanan 4 sehat 5 sempurna secara seimbang serta perbanyak buah dan sayur.

Modifikasi aktivitas bertujuan untuk menghindarkan segala aktivitas yang memberatkan kerja sendi. Sedangkan, fisioterapi bertujuan untuk memelihara mobilitas sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Memperkuat otot-otot di sekitar sendi dapat memberikan efek proteksi terhadap sendi yang terserang OA dengan meningkatkan penyerapan tekanan dan mengurangi beban terhadap sendi. Latihan yang dilakukan dapat berupa gerakan aerobik, namun tetap menghindari aktivitas yang memberatkan sendi. Latihan secara teratur dapat berguna dalam menurunkan berat badan yang pada akhirnya membantu perbaikan OA, mengingat obesitas merupakan salah satu faktor risiko OA.

Kami sarankan agar Anda berkonsultasi kepada dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk informasi lengkap kami sertakan artikel yang berjudul Osteoartritis.

Demikian, semoga membantu.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar