Sukses

Ejakulasi Dini

29 Apr 2016, 10:58 WIB
Pria, 22 tahun.

dear klikdokter.saya alfa usia 22 dan masih single.dalam 1 tahun ke depan saya berencana menikah dengan pacar saya.dan permasalahannya ada di sini.dalam setahun ini saya masturbasi hampir setiap hari walaupun capek setelah bekerja.seakan kurang kalau tidak masturbasi dn akhri akhir ini baru saya sadari kalau ketika masturbasi saya cepat sekali keluar dan penis saya dalam 2 minggu ini tidak bisa berereksi dan apabila ereksi ketika mastrubasi itupun sangat singkat,apakah 2 hal tersebut adalah akibat dari masturbasi yang saya lakukan dan bagaimana agar penis saya bisa ereksi lagi dan tidak mudak ejakulasi karena saya takut efeknya ketika sudah menikah.terima kasih

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

Kami mengerti kekhawatiran anda. Penyebab dari ejakulasi dini (ED) terbagi atas primer dan sekunder.  Primer dalam artian gangguan ini terjadi pada pria sejak dia mulai aktif secara seksual (post-pubertas). Penyebab sekunder berarti  kondisi ini terjadi pada individu yang sebelumnya mampu mengontrol ejakulasinya dan tanpa sebab yang jelas, dia mulai mengalami ejakulasi dini.

  • Penyebab ED primer dapat terjadi pada pria yang tidak pernah memiliki hubungan seksual tanpa mengalami ejakulasi dini. Hal ini umumnya dapat terjadi karena gangguan emosional atau penyebabnya dapat multipel. Penyebab lainnya adalah kecemasan ketika berhubungan seksual yang berkaitan dengan trauma seksual (pelecehan seksual, insest)
  • Penyebab ED sekunder dapat berkaitan dengan beberapa penyebab baik organik, zat, atau psikis dimana kecemasan merupakan penyebab terbanyak

Terlalu sering onani hingga sekarang belum dikaitkan langsung dengan disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau gangguan kesuburan. Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif oleh karena itu kami tidak menganjurkan hal tersebut, terlebih jika dilakukan frekuensi yang sangat sering (hampir setiap hari). 

Efek dari kebiasaan melakukan masturbasi lebih condong kepada masalah psikis dimana timbul pikiran terus menerus untuk melakukan masturbasi dan perasaan bersalah karena masturbasi. Masalah-masalah psikis ini dapat memicu terjadinya stres tanpa disadari sehingga dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi (impotensi) atau ejakulasi dini secara tidak langsung. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan berolah raga, melakukan hobi-hobi Anda, berpuasa, beribadah, dll. Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah:

  1. Cobalah untuk lebih santai ketika melakukan hubungan intim (jika Anda sudah menikah). Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan ‘harus segera selesai’ ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam atau lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu
  2. Carilah posisi yang nyaman. Posisi ‘woman on top’ akan lebih nyaman untuk pria
  3. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
  4. Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini (Baca: Senam Kegel untuk Pria)
  5. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:
    • Terapi seksual
      Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
    • Terapi obat
      Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
    • Psikoterapi
      Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, silakan kirimkan pertanyaan Anda melalui fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam

    0 Komentar

    Belum ada komentar