Sukses

Borderline Personality Disorder

11 Apr 2016, 09:17 WIB
Wanita, 41 tahun.

Saya sudah menjadi langganan psikiater sejak kecil karena kelainan tingkah laku. Ketika umur 6 tahun saya didiagnosa psikosomatis infantil dan diberi obat Haldol dan Melleril tapi akhirnya diberhentikan karena bikin teler dan tidak produktif. Ketika SMP karena sering dibully teman2 sehingga pernah tidak naik kelas, saya ke psikiater lagi dengan diagnosa psikosomatis dan diberi obat Haldol, tapi setahun kemudian diberhentikan karena membuat badan terlalu gemuk dan timbul gurat-gurat halus di paha yang disebut striae. Ketika SMA karena saya semakin banyak dibully sehingga membuat onar dan terpaksa pindah sekolah, saya dibawa ke psikiater lagi dengan diagnosa psychoasthenic dan diberi obat Anatensol dan Artane, tapi efek sampingnya keras yang membuat saya kaku leher, gangguan saraf, gejala mirip Parkinson dan tambah emosional serta meningkatkan libido pada wanita. Obat itu akhirnya diberhentikan tapi efek sampingnya masih saya rasakan bertahun-tahun dan masalah yang paling utama dalam diri saya adalah suka iri melihat orang lain pacaran dan suka mengganggu suami2 orang sehingga tidak bisa konsentrasi studi, kerja, dan aktivitas gereja. Saya sudah dicap sebagai wanita tuna susila dan hampir saja dituntut isteri2nya yang merasa tergganggu dengan ulah saya. Lalu sejak tahun 2008 saya dibawa ke psikiater lagi dan diberi obat Cymbalta dan Olandoz dan saya merasa cocok, apalagi dengan bantuan suplemen seperti madu super dan Omega 3 Salmon kondisi fisik mental saya pelan2 dipulihkan. Tapi psikiater yang menangani saya sekarang ini mengatakan saya mengidap BPD (Borderline Personality Disorder). Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah BPD itu adalah kelanjutan dari neurosis yang lama tidak diobati? Apakah BPD juga banyak terdapat pada seniman, artis, dan ilmuwan karena psikiater teman saya mengatakannya begitu dan jiwa saya ini juga termasuk jiwa seniman dan berbakat dalam bidang seni dan sastra, karena itu sekarang ini saya paling cocok bekerja di sanggar seni budaya untuk membuat karya-karya inspiratif.

Halo...

Terima kasih telah mempercayakan permasalahan kesehatan Anda kepada Kami. BPD atau Borderline Personality Disorder ini adalah suatu bentuk gangguan mental atau gangguan kepribadian  yang secara garis besar memiliki ciri-ciri ketidakstabilan keadaan jiwa, konsep diri serta perilaku. Keadaan ini mengacaukan hubungan si penderita dengan keluarga, pekerjaan, orang lain yang kenal denagn penderita serta identitas seseorang individu.

Penyebab umum adanya gangguan kepribadian ini biasanya karena trauma yang diterima saat usia masih sangat dini. Yang biasanya disebutkan bahwa penderita gangguan kepribadian ini adalah korban dari perilaku yang didapat di masa lalu. Siapapun bisa menderita gangguan ini. Tidak terbatas pada seorang seniman, artis ataupun ilmuwan.

DEmikian penjelasan yang dapat Kami berikan sebagai dokter umum. Jika ingin mengetahui lebih jauh tentang gangguan kepribadian inisebaiknya konsultasikan permasalahan Anda dengan dokter spesialis jiwa yang lebih banyak berpengalaman tentang permasalahan yang Anda hadapi sekarang. (KM)

    0 Komentar

    Belum ada komentar