Sukses

Konsumsi Susu Dan Usaha Untuk Memiliki Anak
07 Apr 2016, 03:34 WIB
Wanita, 38 tahun.

Saya baru menikah 1 bulan, sudah mengkonsumsi prenagen esensis coklat tapi efeknya bab encer, sekarang saya sedang mencoba rasa moca dok tapi bab pagi hari agak susah tidak seperti biasanya sebelum mengkonsumsi prenagen esensis. apakah itu normal dok? masih harus saya teruskan apa stop dulu dok mengingat saya kepingin cepat punya anak. terimakasih

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Berapa kali dalam sehari Anda BAB cair? BAB cair sebanyak tiga kali atau lebih termasuk dalam definisi diare. Apakah keluhan BAB cair juga muncul ketika Anda minum susu sapi lainnya? Jika Ya, BAB encer setelah mengonsumsi susu dapat disebebkan oleh intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa merupakan suatu bentuk penolakan tubuh terhadap laktosa. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan penderita tidak mampu mencerna atau menyerap laktosa yang masuk ke dalam tubuh. Laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu atau produk susu lainnya seperti keju, mentega, dsb. Beberapa gejala intoleransi laktosa adalah :

  • Perut terasa kembung
  • Diare
  • Mual
  • Perut berbunyi
  • Muntah

Secara garis besar, intoleransi laktosa disebabkan oleh ketidakmampuan sistem pencernaan manusia dalam membentuk laktase (enzim pada usus), yang berfungsi untuk mencerma laktosa yang masuk ke dalam tubuh. Jika Anda memang mengalami intoleransi laktosa, Anda tetap dapat mengonsumsi jenis susu lain yang bebas laktosa atau susu kedelai.

Namun dalam mengusahakan kehamilan, terdapat berbagai hal lain yang perlu Anda perhatikan selain minum susu, diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual terutama pada masa subur Anda. Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 kali/minggu.

Disamping itu, yang juga penting dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang (melalui menu sehari-hari yang bergizi dan variatif), asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga.

Perlu juga diperhatikan: 

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio
  • Jaga kesehatan fisik dan psikis suami dan istri. Berolahragalah secara teratur, dan hindari stres.

Dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, melalui pemeriksaan fisik dan penunjang lainnya seperti USG untuk melihat ada tidaknya kelainan pada organ reproduksi. Jika perlu, Dokter akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan, termasuk pemeriksaan analisa sperma untuk suami Anda.

Berikut kami sertakan artikel untuk melengkapi informasi Anda:

Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat bagi Anda dan suami dan semoga Anda dan suami dapat segera diberikan momongan. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar