Sukses

Sulit BAB Pada Anak Dan Merah Pada Kulit
04 Apr 2016, 08:06 WIB
Wanita, 15 tahun.

Dokter anak saya badanya merah merah bulet sepertinya alergi..udh segala macam bedak salep bahkan sabun antiseptik jg udh dipakai, namun msh merah. Lalu sy kasih obt sejenis PK namany beli di apotek trdekat hilang sebagian namun masih keluar lg merah2 nya Kira-kira apa pengaruh ya dok dr makanan sejenis telur puyuh yg sering sy ksh setiap pagi hari. Tetapi udh 2 minggu terakhir sy stop konsumsi telur puyuhnya Anak sy jg sering kesulitan bab..smpe lubang anusnya merah luka krn kotoranya susah keluar Terimakasih....

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan.  BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Apakah anak Anda diberikan susu formula? Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Susu formula lebih sulit untuk dicerna karena umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi anda, kami sarankan sebaiknya anda segera membawa bayi anda ke dokter spesialis anak.

Untuk informasi Anda, saya sertakan artike tentang penyebab dan solusi sulit BAB pada anakl: 4 Penyebab Anak Sulit BAB 

 

Kulit Merah-Merah Pada Anak

Alergi adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing tertentu atau yang disebut alergen. Apabila alergen masuk ke dalam tubuh seseorang, melalui berbagai cara, baik terhisap, tertelan, ataupun kontak dengan kulit, maka sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki alergi akan aktif dan menimbulkan reaksi yang berlebihan.

Kendati alergi bersifat genetik, seseorang tetap memiliki risiko alergi sebesar 5-15 persen tanpa mempertimbangkan ada atau tidaknya riwayat alergi pada orangtua penderita. Mengingat banyaknya alergen di luar riwayat keluarga (genetik), hendaknya Anda memperhatikan dengan lebih teliti apa yang mungkin menjadi faktor pemicu timbulnya alergi, seperti jenis makanan, kondisi udara, atau faktor pemicu lainnya.

Alergi tidak dapat hilang sepenuhnya, yang dapat dilakukan bagi penderita alergi adalah melakukan pencegahan atau penghindaran dari materi-materi yang dapat menyebabkan alergi. Maka, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi Anda dan menghindarinya.

Sudahkah Anda mengetahui faktor pencetus timbulnya kondisi ini? Apakah Anda sudah pernah melakukan tes alergi?

Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk mengetahui sebab pasti dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar