Sukses

Bayi Takut Terhadap Hewan

30 Mar 2016, 19:39 WIB
Pria, 26 tahun.

Sore Dok. anak saya perempuan usia 11 bulan. akhir akhir ini dia sering sekali ketakutan kalau kucing/hewan lain mendekat ke arah dia. dan dia refleks langsung berlari/merangkak menuju orangtuanya dan menangis ketakutan. yang saya khawatirkan dia jadi anak penakut pada hewan tertentu. pertanyaannya bagaimana cara mengarahkan anak saya supaya tidak menjadi penakut lagi pada hewan apapun selama dalam pengawasan orangtua???mohon penjelasannya. terima kasih Dok, Salam Sukses

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Pada bayi, ketakutan adalah sebuah naluri. Rasa takut dapat disebabkan oleh berbagai hal, bahkan yang sepele sekalipun. Beberapa hal yang dapat membangkitkan rasa takut pada anak di antaranya teriakan keras yang tiba-tiba, gerakan mendadak, melihat benda/hewan/orang yang tidak dikenal, kemudian adanya pengalaman traumatik seperti dikejar hewan atau tenggelam di kolam renang.

Sebagian anak juga bisa merasa takut hanya dengan melihat ekspresi orang lain yang sedang ketakutan terhadap hal tertentu.  Adakah orang di sekitar anak Anda yang juga takut terhadap hewan tersebut? Imajinasi anak yang berkembang “liar” pun dapat berkontribusi terhadap rasa takut ini.  Namun demikian, ada pula anak yang merasa takut tanpa penyebab yang jelas sekalipun.

Biasanya rasa takut pada anak akan hilang dengan sendirinya seiring ia bertambah dewasa dan lebih mengenal lingkungannya. Namun jika rasa takut tersebut terus menetap, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidur anak, hal tersebut sudah berubah menjadi fobia.

Fobia merupakan rasa takut yang berlebihan akibat suatu trauma atau peristiwa yang sangat membekas pada benak anak. Fobia dapat muncul karena ketidaktahuan dan imajinasi berlebihan, terlalu banyak menyerap informasi yang tidak mampu dicerna dengan baik, ataupun melihat reaksi orang lain terhadap suatu hal.

Berikut adalah 5 kiat untuk membantu anak mengatasi rasa takutnya:

1. Kenalkan pada fobianya.

Rasa takut bisa terjadi karena anak belum mengenal objek yang ia takuti, bisa jadi ini yang dialami anak Anda. Oleh karena itu, kenalkanlah ia pada fobianya. Misalnya, jika ia fobia kucing, berikan informasi yang lengkap dan menarik seputar hewan tersebut, disertai dengan gambar-gambar lucu dari televisi atau buku cerita.

2. Hadapkan pada ketakutannya.

Si Kecil tidak akan bisa mengatasi ketakutannya apabila ia tidak mencoba untuk menghadapinya. Pastikan ia tidak menghindari sumber ketakutannya. Misalnya, jika ia takut menjadi pusat perhatian orang banyak, maka Anda harus melatihnya untuk lebih sering bersosialisasi (memasukkannya ke kursus, mengikutkannya ke dalam lomba, mengajaknya bermain dengan teman-teman, dan lain-lain). Jika ia takut kuncing, tunjukkan bahwa kucing adalah hewan yang lembut, lakukan secara perlahan-lahan. Walaupun pada mulanya menghindari ketakutan adalah jalan keluar yang mudah, cara ini tidak akan membantu Si Kecil mengatasi ketakutannya dengan efektif.

3. Ajarkan untuk santai.

Saat melihat Si Kecil terpaku karena ketakutannya, dorong ia untuk melemaskan tangan, otot, serta ekspresi wajahnya. Ajak juga ia untuk menarik napas dalam-dalam. Hal tersebut akan membantu Si Kecil mengatasi ketakutannya, karena dengan begini ia dapat merasa tenang.

4. Berikan rasa nyaman dan aman. 

Katakan pada Si Kecil bahwa tidak ada yang harus ia takuti, ia dalam keadaan aman, dan semuanya akan baik-baik saja. Lakukan ini sesering mungkin hingga percaya dirinya meningkat. Rasa nyaman yang Bunda dan Ayah berikan akan meningkatkan ketahanan mentalnya, yang lama-kelamaan akan memberinya jalan keluar untuk mengalahkan ketakutannya.

5. Jangan menertawakan.

Terdapat orang lain yang menganggap ketakutan anak sebagai hal yang lucu. Akan tetapi, rasa takutnya adalah hal yang serius baginya. Lebih baik, tunjukkan padanya bahwa Bunda dan Ayah bersimpati padanya sekaligus siap membantunya. Ia perlu tahu bahwa Bunda dan Ayah selalu berada di sisinya untuk memberikan dukungan yang ia butuhkan.

Menghibur bayi dengan menggendong merupakan reaksi alami dari ibu maupun ayah. Ada sebagian pendapat mengatakan jika terlampau sering menggendong anak maka sang buah hati cenderung berpotensi menjadi manja. Pendapat ini tidak perlu ditanggapi dengan serius, berikanlah kesempatan kepada anak sebuah momen berkualitas dengan orangtua disaat ia membutuhkannya.

Pada awalnya, menenangkan ketakutan pada bayi sangat berkaitan dengan kontak fisik. Cara yang paling ampuh menghibur bayi adalah dengan menggendongnya. Sejak bayi berumur 8-9 bulan, kebanyakan anak sudah mempelajari bentuk ekspresi, jika orangtuanya memberikan ekspresi tenang dan tidak terancam, maka secara alamiah anak juga akan tenang.
 
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar