Sukses

Kaki Sering Bengkak dan Anemia

22 Mar 2016, 21:00 WIB
Wanita, 68 tahun.

dokter yang terhormat, ibu saya usia 68 tahun, punya keluhan kaki suka kesemutan lalu kalo sering dibawa jalan jadi bengkak. berobat ke dokter penyakit dalam dan dianjurkan cek darah. hasilnya trombosit 96.000, hb 8, hematokrit 24,5. hbnya pernah turunn sampe 6,5 lalu di transfusi, tapi sekarang turun lagi jadi 8. pertanyaannya, penyakit apa yang diderita oleh ibu saya.

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda alami saat ini. Gejela bengkak pada kaki merupakan sebuha dugaan akan adanya lemah jantung. Hal ini didalam dunia kedokteran kami sebut sebagai kardiomiopati. Kardiomiopati adalah suatu penyakit ketidakmampuan otot jantung memompa darah didalam rongga jantung, ada 3 tipe kardiomiopati hipertrofi, kardiomiopati restriktif dan yang paling sering adalah kardiomiopati dilatasi.

  • Kardiomiopati hipertrofi merupakan kelainan genetik dimana sel2 otot jantung terbentuk berlebih sehingga dapat mengakibatkan gangguan irama jantung (aritmia).
  • Kardiomiopati restriktif, biasanya disebabkan karena penyakit amyloidosis, sarcoidosis.
  • Kardiomiopati dilatasi yang sering juga dikenal dengan gagal jantung. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh jantung koroner, dimana terdapat sumbatan pada pembuluh darah jantung sehingga otot jantung menjadi rusak dan menjadi lemah dan melebar, mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan penderita kadang sering mengalami sesak nafas, bila ini terjadi biasanya gagal jantung kiri. Sedangkan pada gagal jantung kanan, penderita sering mengeluh bengkak di kaki.

Penanganan "lemah jantung" tentu disesuaikan dengan penyebabnya, umumnya dengan konsumsi obat teratur dan perubahan gaya hidup. Diusia seperti ibu Anda, apalagi disertai dengan rematik dan asam urat maka dalam menangani dan mengobati diperlukan kesabaran dan kesinambungan agar pengobatan dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

Saran kami adalah, kunjungi dokter spesialis penyakit dalam yang dipercaya oleh seluruh anggota keluarga Anda, dan percayakan seluruh proses pengobatan kepada dokter tersebut. Hal ini bertujuan agar tindakan pengobatan yang dilakukan terorganisir dengan baik sesuai dengan prioritas yang Ibu Anda alami. Berganti - ganti dokter, hanya akan membuang buang biaya Anda, karena akan membutuhkan pemeriksaan tambahan yang sifatnya tidak perlu. Tetaplah berdoa dan diskusikan kondisi ibu Anda dengan seluruh anggota keluarga, agar kebutuhan secara finansial, psikologis serta religi ibu Anda dan keluarga terpenuhi.

Berdasarkan keterangan Anda, bahwa kadar Hb (Hemoglobin) Anda adalah 9, maka kemungkinan besar ibu Anda menderita Anemia. Anemia dapat disebabkan salah satunya oleh karena kekurangan zat besi dan vitamin B-12. Sumber zat besi dan vitamin B-12 yang paling utama adalah dari makanan. Untuk mencegah terjadinya anemia tersebut maka kita perlu mengkonsumsi makanan yang bervariasi dengan kadar gizi seimbang. Namun perlu juga dicari penyebab anemia.

Berikut ini adalah beberapa langkah praktis untuk menjaga agar makanan yang kita konsumsi tidak menyebabkan kita kurang darah;

  1. Makan makanan tinggi zat besi, yaitu:

    1. Hati
    2. Kacang-kacangan
    3. Tiram
    4. Tahu
    5. Sayuran hijau, seperti bayam
    6. Daging merah tanpa lemak
    7. Ikan
    8. Buah kering seperti kismis
  2. Makan dan minum makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh, yaitu:

    1. Jus jeruk
    2. Stroberi
    3. Brokoli
    4. Buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C
  3. Jangan minum kopi atau teh saat makan. Minuman ini mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh.

  4. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 seperti:Hati sapi dan tiram

    1. Hati sapi dan tiram
    2. Ikan, daging, unggas, telur, susu, dan produk susu lainnya yang mengandung vitamin B12
    3. Beberapa produk sereal, ragi, dan produk makanan lain yang mengandung vitamin B12.

Pastikan ibu Anda mengkonsumsi makanan secara bervariasi. Makanan yang beragam dan seimbang gizinya akan mencegah terjadinya kurang darah. Diet yang terlalu ketat merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar