Sukses

Menghitung Masa Subur

31 Mar 2016, 11:27 WIB
Wanita, 0 tahun.

Hai Dok maaf pertanyaannya agak melenceng dr topik ni.. Sebelumnya saya mau cerita dulu.. Nov th lalu saya pernah hamil, saya mengetahuinya ketika melakukan testpack sehari stelah telat haid yg hasilnya garis ke dua samar, lalu besoknya saya ke dokter dan katanya usia kandungan saya 3-4w, namun awal januari saya keguguran dan dikuret. Pasca dikuret, tgl 5feb saya haid pertama dan ternyata tgl 20-25 saya haid kembali.. Nah tgl 6 maret saya iseng testpack (krn sudah telat 1hr dari tgl haid 1), tp hasilnya negatif.. Saya pikir ya mgkn saja krn kan saya haid lg tgl 20.. Lalu tgl 16 saya testpack krn mengalami ciri2 kehamilan.. Lalu hasilnya garis ke dua merah pekat (tidak samar).. Alhamdulillah.. Tp kemudian saya teringat nov th lalu ketika testpack yg hasilnya samar, kemudian sy kembali testpack tgl 18 (2hr sebelum tgl haid ke 2 saya).. Dan lagi2 hasilnya merah pekat.. Nah yg jadi bikin penasaran, bgmn menghitung masa subur dan kandungan saya? Bukankah jika dihitung dari tgl 20, saat kmrn saya testpack hasilnya seharusnya merah samar? Tp kenapa ini pekat? Namun kalau dihitung dari tgl 5, kan tgl 20 saya haid lagi lalu tgl 6mar saya test dan negatif.. Hehehe.. Mohon bantuannya ya dok.. Saya penasaran saja jadinya gimana menghitung masa subur dan kandungannya.. Thank youu dookkk..

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Perhitungan masa subur adalah 14 hari +/- 2 hari sebelum Hari Pertama Haid Berikutnya. Anda dapat menyertakan siklus menstruasi Anda (6 siklus terakhir atau paling tidak 3 siklus terakhir) agar dapat dilakukan perhitungan rata-rata masa subur. 

Namun, perhitungan masa subur hanya dapat efektif atau akurat apabila siklus menstruasi seorang wanita tergolong normal (21-35 hari, @3-7 hari, @20-60 ml). Apabila siklus menstruasi tidak berlangsung teratur, maka perhitungan masa subur ini tidak akan akurat.

Siklus menstruasi normal umumnya berkisar antara 21-35 hari. Antara hari ke-12 hingga hari ke-14 terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (ovulasi) akibat peningkatan tajam kadar hormon lutein (luteinizing hormone/LH) dalam darah, disebut LH surge (baca Fisiologi Menstruasi). Dengan demikian, masa ovulasi sebenarnya dapat diprediksi dengan mendeteksi kadar LH, yaitu ada/tidaknya LH surge saat pemeriksaan dilakukan. 

Saat ini, alat untuk mendeteksi ovulasi telah beredar luas dan dapat Anda peroleh di apotek-apotek terdekat. Bentuknya  adalah sama dengan alat yang digunakan untuk mendeteksi kehamilan, yaitu menggunakan strip. Perbedaannya terletak pada waktu pengambilan sampel urin. Tidak seperti pemeriksaan kehamilan, urin yang diambil pagi hari bukanlah urin yang terbaik untuk pemeriksaan LHsurge, mengingat LH baru mulai disintesis pagi hari dan baru akan timbul di urin saat siang atau sore hari.

Selain itu, perbedaan juga terdapat pada cara pembacaan hasil pemeriksaan. Pada pemeriksaan kehamilan, setiap garis yang timbul meski terlihat samar dapat dibaca sebagai hasil positif (hamil). Sedangkan pada pemeriksaan masa ovulasi, hasil positif (ovulasi) baru didapatkan apabila timbul garis yang paling tidak sama atau lebih hitam dibandingkan garis kontrol.

Selain menggunakan alat tersebut, masa ovulasi juga dapat diketahui dengan mengukur suhu basal tubuh. Suhu basal seorang perempuan yang sedang mengalami ovulasi pada awalnya akan menurun, kemudian meningkat dan menetap pada suhu 37 derajat Celcius hingga siklus menstruasi berikutnya. Cara lain adalah dengan melihat getah serviks (leher rahim). Saat ovulasi, produksi lendir cenderung meningkat dan lebih kental untuk memudahkan jalannya sperma menuju sel telur.

Saran kami, sebaiknya suami dan Anda melepaskan segala jenis kontrasepsi terlebih dahulu dan terapkan pola makan yang teratur. Anda dapat mengunjungi halaman pada website kami, klik  Merencanakan kehamilan

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar