Sukses

Anak Diare Setelah Minum Susu

29 Mar 2016, 17:21 WIB
Wanita, 27 tahun.

halo dokter, anak pertama saya baru berusia 3 bulan dan mengalami diare sudah seminggu, saya sudah coba kunjungi dokter anak terdekat dan diberikkan obat tidak sembuh juga sampai berat badan anak saya menurun, kemudian kita kembali lagi kedokter anak tersebut dan konsultasi mengapa diarenya tak kunjung sembuh, akhirnya dokter menyarankan mengganti susunya dengan sgm llm, setelah dua hari susu tersebut dikonsumsi BAB berkurang 1 hari 2x tapi BAB masih mencret dan padat tidak berlendir seperti sebelum konsumsi susu sgm llm. Pertanyaan saya : 1.mengapa anak saya mengalami diare sementara susu formula yang di konsumsi selama 3 bulan ini bmt soya.? 2.jika susu llm sudah habis apakah kita bisa melanjutkan susu soya yang selama ini dikonsumsi.?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com 

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda. Mengenai keluhan Anda yaitu diare setelah mengonsumsi susu, kami menduga anak Anda mengalami intoleransi laktosa. 

Intoleransi laktosa merupakan suatu bentuk penolakan tubuh terhadap laktosa. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan penderita tidak mampu mencerna atau menyerap laktosa yang masuk ke dalam tubuh. Laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu atau produk susu lainnya seperti keju, mentega, dsb. Intoleransi laktosa lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Intoleransi laktosa bukanlah suatu hal yang menakutkan, namun dampak dari gangguan ini seringkali mengganggu penderitanya.

Beberapa gejala intoleransi laktosa adalah :

  • Perut terasa kembung
  • Diare
  • Mual
  • Perut bersuara
  • Muntah

Secara garis besar, intoleransi laktosa disebabkan oleh ketidakmampuan sistem pencernaan manusia dalam membentuk laktase (enzim pada usus), yang berfungsi untuk mencerma laktosa yang masuk ke dalam tubuh.

Beberapa orang juga mengalami intoleransi laktosa akibat berhentinya produktifitas usus kecil dalam menciptakan laktase setelah sakit, seperti flu, atau selepas operasi. Ditemui pula dalam beberapa kasus meskipun jarang, bayi lahir dengan intoleransi laktosa. Dalam kasus ini, bayi tersebut tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman apapun yang mengandung laktosa.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya intoleransi laktosa :

  • Usia. Semakin tua seseorang, maka semakin besar dirinya berisiko mengalami intoleransi laktosa.
  • Ras. Percaya atau tidak, intoleransi laktosa kebanyakan terjadi pada orang-orang Asia, Amerika Indian, dan ras berkulit hitam.
  • Bayi prematur. Bayi prematur akan lebih mungkin mengalami intoleransi laktosa permanen dibandingkan bayi normal lainnya. Hal ini dikarenakan kondisi usus bayi yang belum mampu menicptakan laktase hingga akhir trimester ketiga.
  • Radiasi pada bagian perut. Anda yang mengalami terapi seperti kanker, akan lebih mudah mengalami intoleransi laktosa.

Dokter biasanya akan memberikan diagnosis berdasarkan gejala yang dialami penderita. Tak hanya menganjurkan pasien untuk menjauhi segala produk dengan kandungan laktosa, dokter juga biasanya akan melakukan pemeriksaan menggunakan tes bernapas dengan hidrogen atau tes gula darah.

Pengobatan terbaik bagi pasien dengan intoleransi laktosa adalah dengan menjauhi segala produk yang mengandung laktosa. Namun pastikan penderita mendapatkan kalsium yang cukup guna menggantikan kandungan gula yang hilang. Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam. Dokter akan melakukan wawancara yang  menyeluruh dan melakukan pemeriksaan fisik yang lengkap agar dapat menentukan tatalaksana terbaik untuk kondisi Anda.

Berikut kami sertakan artikel untuk menambah pengetahuan dan informasi Anda :

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar