Sukses

Perdarahan di Otak

14 Mar 2016, 17:41 WIB
Pria, 20 tahun.

dok saya ingin bertanya mengenai orangtua saya, ayah ada pendaharan di otak, kata dokter, tetapi, masih bisa ngmong, msih nyambung, gerak pun, bisa, tetapi saat ini tensi nya tinggi donk, sekitar 190/120 bagaimana ya dok? apakaah masih bisa sembuh total, dan bagaimana penyembuhan nya sebaik ny?

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Perdarahan di otak dapat menyebabkan stroke. Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Stroke dapat disebabkan oleh karena penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal juga dengan stroke hemorrhagik (seperti yang terjadi pada ayah Anda).

 Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

  • Penderita tekanan darah tinggi, dimana tekanan darah lebih dari 140/90 ?

  • Penderita kolesterol tinggi

  • Penderita gula darah (diabetes mellitus)

  • Perokok

  • Penderita atrial fibrilation

  • Obesitas

  • Tidak pernah berolah raga

  • Terdapat riwayat stroke pada keluarga

  • Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

Gejala stroke bisa menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati. Gejala-gejala stroke yang dialami oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung dari daerah otak yang terserang, antara lain :

  • Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

  • Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

  • Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran

  • Penglihatan ganda

  • Pusing

  • Bicara tidak jelas (pelo)

  • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat

  • Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh

  • Pergerakan yang tidak biasa

  • Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih

  • Ketidak seimbangan dan terjatuh

  • Pingsan.

Berikut adalah cara yang mudah untuk mengenali gejalanya. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

- F atau Face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.

- A atau Arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?

- S atau Speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?

- T atau Time (waktu). Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi.

Serangan stroke berulang sangat mungkin terjadi. Untuk memastikan diagnosis stroke, dilakukan pemeriksaan CT-scan atau MRI. Untuk prognosis (kemungkinan sembuh) tergantung dari seberapa berat luas perdarahan atau luas daerah otak yang luas. Maka dari itu alangkah lebih baik jika Anda menanyakan hal tersebut kepada dokter yang menangani ayah Anda karena beliau yang mengetahui pasti kondisi pasien. Sayaraf yang sudah rusak biasanya akan sulit kembali seperti semula. Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses pemulihan ayah Anda, selain dengan pengobatan medis untuk mempertahankan kondisi ayah Anda (mencegah stroke kembali, memfasilitasi kondisi umum ayah Anda, menurunkan tensi bila tinggi, dll).

Proses rehabilitasi atau pemulihan untuk mengatasi gangguan fungsi dan keterampilan yang ditimbulkan akibat stroke terdiri dari:

  • terapi fisik - belajar berjalan, duduk, berbaring, perubahan dari satu gerak ke gerak lain

  • terapi okupasi - belajar makan, minum, menelan, berpakaian, mandi, membaca, menulis, buang air

  • terapi wicara - belajar keterampilan bahasa dan komunikasi. Komunikasi non-verbal dengan bahasa tubuh dapat diterapkan sebelum dapat  menggunakan komunikasi verbal (berbicara)

  • terapi psikologis/psikiatrik - untuk membantu meringankan stres mental dan emosional (seperti depresi) yang umumnya menyertai penderita stroke. Keadaan ini bisa timbul baik sebagai akibat lokasi kerusakan otaknya atau sebagai bentuk reaksi penderita terhadap stroke.

Selain itu, tentunya ayah Anda harus meminum secara teratur obat-obat yang diberikan oleh dokter. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya perdarahan di otak yang berulang. Untuk itu kami menganjurkan agar ayah Anda dapat diperiksakan lebih lanjut ke dokter spesialis saraf guna mendapatkan penanganan yang tepat. 

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai stroke dan pencegahannya, Anda dapat membaca artikel kami yang berjudul Stroke.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar