Sukses

Penanganan Polisitemia Vera
17 Mar 2016, 23:28 WIB
Pria, 69 tahun.

Papa saya divonis penyakit Polycytemia viera, sdh melalui test Jak2 V617F mutation (detected). dan dokter di kuching msh suruh test biopsi sumsum tulang lagi. sdgkan kami pernah ke prof.Karmer.L.T di cikini dan belia mengatakan tdk perlu biopsi sumsum tulang dan diberikan obat hydrea 500mg 2x1 hari. jadi kami bingung? jadi saya mau tanya apa perlu biopsi sumsum tulang lg, padahal penyakitnya sdh diketahui (Pylycytemea viera)????

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Izinkan kami menjelaskan tentang penyakit ini. Polisitemia atau polisitemia vera (PV) berasal dari bahasa Yunani: poly (banyak), cyt (sel), dan hemia (darah). Jadi, polisitemia berarti peningkatan jumlah sel darah (eritrosit, leukosit, trombosit) di dalam darah. Sementara itu, ‘vera’ diambil dari bahasa Latin yang artinya sejati. Kata ‘vera’ digunakan untuk membedakannnya dari keadaan (penyakit) lain yang juga bisa mengakibatkan peningkatan sel darah merah dalam darah.

Polisitemia bervariasi jenisnya. Ada yang merupakan suatu keadaan yang berhubungan dengan hipertensi, obesitas, stress, hipoksia (kurangnya kadar oksigen dalam sel), ataupun memang karena adanya mutasi gen pada pada sel tunas yang terdapat di sumsum tulang. Bila memang terdapat kelainan pada gen, maka disebut polisitemia vera. Sebaiknya pastikan terlebih dahulu jenis polisitemia yang Anda alami pada dokter yang menangani. Terdapat kriteria diagnosis PV dan tidak mengharuskan biopsi sum sum tulang. 

PV dapat meningkatkan risiko terjadinya trombosis (sumbatan pada arteri atau vena di dalam darah oleh bekuan darah/trombus). Maka dari itu PV perlu diperhatikan pada mereka yang mengalami stroke atau serangan jantung.

Penanganan dari PV memang tidak spesifik. Pengobatan utama ditujukan untuk mencegah kejadian trombotik. Selain itu, juga ditujukan mengurangi rasa gatal. Phlebotomi adalah terapi utama pada PV. Sedangkan terapi lainnya dapat diberi obat-obatan seperti yang Anda sebutkan, yang memiliki kandungan hidroksiurea dan berfungsi mielosupresif / untuk menekan produksi sel darah di sumsum tulang (obat yang juga diberikan pada kanker darah). 

Obat tersebut banyak digunakan untuk PV, karena efek leukemogeniknya (untuk timbul leukemia) rendah jika dibandingkan jenis obat mielosupresif lainnya. Hidroksiurea juga mengurangi risiko trombosis dibandingkan phlebotomi saja. Selain obat tersebut, ada juga Interferon alfa-2b rekombinan yang  mengurangi proses mieloproliferasi, splenomegali (pembesaran limpa), rasa gatal. Keuntungannya, interferon alfa-2b tidak bersifat mutagenik dibandingkan rejimen mielosupresif. Banyak pasien yang tidak mau melanjutkan penggunaan interferon karena efek samping dan biaya mahal.

Efek samping hidroksiurea dan derajat beratnya sangat tergantung pada seberapa banyak obat diberikan. Jika diberikan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping yang lebih berat. Memang dalam setiap pengobatan harus ditimbang untung ruginya. Begitupun dalam pengobatan PV. Setiap pengobatan yang dijalani perlu supervisi dari dokter yang ahli. Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam sub bagian hematologi (darah). 

Terapi-terapi yang sudah ada kini bertujuan untuk mengurangi gejala dan memperpanjang angka hidup pasien. Sayangnya belum dapat menyembuhkan pasien. Namun, pasien PV harus diobati untuk memperbaiki kualitas hidup pasien.

Demikian informasi kami sampaikan. semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar