Sukses

Plavix Konsumsi Jangka Panjang Amankah?

09 Mar 2016, 11:46 WIB
Wanita, 30 tahun.

Setahun yang lalu saya masuk rumah sakit dan dokter ahli saraf mengatakan bahwa terdapat bekuan darah di otak saya. Sejak itu dokter memberikan Plavix. Setelah 2 bulan keluar dari rumah sakit, hasil tes darah serta MRI saya bagus tapi dokter tetap menyatakan bahwa saya harus mengonsumsi Plavix selama jangka waktu yang tidak ditentukan. Dokter juga belum bisa menemukan penyebab sakit saya karena bukan genetik. Saya sudah berpindah-pindah RS, semua hasilnya bagus. Dalam kasus seperti saya ini apakah ada kemungkinan berhenti total minum Plavix? Apakah Plavix mempengaruhi kesuburan ataupun membuat keguguran/kelainan pada janin jika saya hamil nanti, Dok? Terima kasih.

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Obat anti pembekuan Clopidogrel (Plavix) memiliki kemampuan untuk membantu mencegah stroke dan serangan jantung untuk pasien dengan kelainan irama jantung (aritmia) yang meningkatkan kemungkinan stroke.

Penelitian ini melibatkan sekitar 7500 orang dengan atrial fibrilasi. Dalam periode 4 tahun, pasien yang mengonsumsi Plavix dan aspirin memiliki pengurangan nilai 11%  untuk menderita ‘ulangan’ penyakit jantung, stroke, pembekuan darah, atau kematian berkaitan dengan gangguan kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi aspirin saja.

Apa itu Clopidogrel?
Clopidogrel dengan nama paten Plavix merupakan obat anti pembekuan darah yang menghambat pembentukan bekuan di pembuluh darah sehingga dapat mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke yang diakibatkan dari penyumbatan pembuluh darah.

Apakah Terapi Clopidogrel Berisiko?
Risiko terbesar pemberian obat ini adalah terjadinya perdarahan. Perdarahan terkadang hanyalah perdarahan samar atau tersembunyi. Tanda-tanda terjadinya perdarahan yang harus segera dilaporkan adalah urin (air seni) yang berwarna hitam atau kemerahan, feses atau tinja hitam, dan kejadian memar-memar yang tidak biasa.

Perdarahan dapat berujung menjadi anemia dengan gejala lemas dan lelah. Efek samping lainnya dari clopidogrel adalah diare dan reaksi alergi yang menyebabkan rash atau kemerahan.

Untuk jangka waktu penggunaan Plavix, untuk penghentian obatnya sebaiknya atas anjuran dokter.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar