Sukses

Mual Dan Muntah Saat Hamil
22 Feb 2016, 16:07 WIB
Wanita, 24 tahun.

Selamat siang Dok, Usia kandungan saya saat ini memasuki minggu ke 10. pekan lalu saya sempat dirawat di RS karena mengalami muntah secara terus menerus (1 hari lebih dari 10x). dokter di RS bilang itu merupakan hy[erremesis namun sayangnya saya tidak mendapatkan keterangan yg cuku[ tentnag mengapa bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya karna dokternya terlihat selalu terburu-buru saat kontrol memasuki minggu ke 10 ini, setelah keluar dari RS saya masih mengalami mual dan muntah yang cukup sering (sehari 3x/ lebih) apalagi bila memakan buah / makanan tertentu (jeruk/ ikan) saya juga tidak bisa memakan nasi karna pasti selalu dimuntahkan, samapia saat ini saya hanya mengkonsumsi sayuran dan lauk seperti telur / daging dan juga buah tanpa nasi. apakah kondisi ini masih normal dok? karena rasa pusing saya juga tidak berkurang dan membuat saya tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa. mohon bantuannya, karena ini kehamilan pertama saya dan saya merasa khawatir dengan janin nya, walaupun saat di USG pekan lalu dokter bilang janin saya sehat. terima kasih dan salam.

dr. Mega Putri

Dijawab Oleh:

dr. Mega Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Mual selama trimester pertama kehamilan adalah wajar dialami akibat perubahan hormonal yang terjadi pada ibu hamil. Biasanya mual dan muntah terjadi pada pagi hari sehingga sering dikenal dengan morning sickness. Hal ini juga yang menyebabkan nafsu makan Ibu menurun. Namun rasa mual ini akan berkurang di trimester kedua dimana tubuh sudah mulai menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Sebetulnya keadaan ini tidak berpengaruh ke janin jika asupan gizi Ibu terpenuhi. Bagaimanapun sulitnya, Ibu harus tetap makan demi kesehatan Anda dan janin dalam kandungan. Hal ini penting untuk pertumbuahan dan perkembangan janin Ibu. Beberapa tips yang dapat Ibu terapkan antara lain adalah:

  • Mulailah dengan konsumsi makanan cair, kemudian meningkat menjadi makanan padat porsi kecil yang kaya akan karbohidrat (makan sedikit-sedikit).
  • Bila muntah adalah masalah di pagi hari, makan makanan kering seperti sereal, roti, atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari, atau coba makan makanan ringan tinggi protein seperti keju sebelum pergi tidur (protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna)
  • Ubah pola makan menjadi lebih sering dengan porsi kecil. Makan secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna
  • Makan makanan yang mengandung banyak cairan. Hindari jumlah besar konsumsi cairan dalam satu waktu. Coba minuman yang dingin, jus buah seperti apel atau anggur
  • Hindari makanan pedas, gorengan, atau berminyak
  • Bila terganggu dengan bau menyengat, makan makanan dingin pada temperatur ruang dan hindari bau yang mengganggu
  • Konsumsi vitamin B1, B6, vitamin C, kalium, dan asam folat
  • Hubungi dokter bila muntah terjadi terus-menerus sehingga makanan atau minuman tidak dapat masuk. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) dan harus diterapi sesegera mungkin

Yang membahayakan adalah apabila Ibu mengalami suatu keadaan yang disebut hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum sendiri adalah mual dan muntah hebat dalam masa kehamilan yang dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan janin di dalam kandungan. Pada umumnya HG terjadi pada minggu ke 6 - 12 masa kehamilan, yang dapat berlanjut sampai minggu  ke 16 – 20 masa kehamilan.

Cobalah langkah-langkah yang tertulis di atas. Jika tidak membantu, sebaiknya Ibu berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan obat yang dapat mengurangi keluhan mual.

Berikut kami lampirkan artikel yang bermanfaat bagi Anda:

Agar Tetap Nyaman Saat Hamil

USG Ketika Kehamilan? Kenapa Penting Sih?

Mual dan Muntah masa Kehamilan

Trimester Pertama

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terima kasih.

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar