Sukses

Penis Bengkok Dan Ukuran normal Penis

22 Feb 2016, 12:08 WIB
Pria, 19 tahun.

Dok, umur saya 19 tahun. penis saya bengkok ke kanan dan kebawah dgn ukuran 11 cm kalau ereksi. apakah normal dok? terima kasih ..

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sebelumnya perlu diketahui sejak kapan Anda mengalami hal ini? Apakah sebelumnya pernah mengalami luka/cedera di daerah tersebut? Pernahkah Anda merasa nyeri berkepanjangan saat ataupun setelah orgasme? Apakah lubang kencing Anda tidak berada di ujung penis? Terdapat beberapa penyebab penis bengkok. Bisa juga hal ini merupakan variasi normal dari penis pria.

Penyebab paling sering adalah Peyronie's Disease, yaitu sebuah keadaan terbentuknya lapisan jaringan fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi. Pada pemeriksaan fisik dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis. Beberpa obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keadaan ini. Namun, banyak juga yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalah genetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menybebkan bengkok) pada tangan atau kaki (kontraktur Dupuytren). Penyebab lain dapat berupa striktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

Pria dewasa dengan hipospadia sulit memperoleh keturunan. Kesulitan membuahi akibat sperma yang normalnya dikeluarkan melalui saluran yang sama dengan air seni tidak akan dapat mencapai organ kelamin wanita. Penis bengkok yang sering menyertai hipospadia akan menambah kesulitan pada waktu berhubungan.

Umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, tergantung penyebabnya dapat dilakukan tatalaksana dengan obat maupun dengan operasi. Biasanya dokter akan mengamati dulu perkembangan keadaan ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, karena beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

Saya menyarankan agar Anda berkonsultasi ke dokter spesialis urologi. Dokter tersebut dapat melakukan pemeriksaan secara lengkap, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan tambaha jika diperlukan. Pemeriksaan tambahan dapat berupa ultrasonografi (USG) penis untuk melihat struktur jaringan penis. Bedasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan merencankan tatalaksana yang sesuai untuk keadaan Anda.

Berikut kami akan menjelaska mengenai ukuran normal penis. Belum ada studi yang meneliti ukuran penis rata-rata orang Indonesia, namun umumnya tidak jauh berbeda dengan ukuran penis yang ditemukan pada satu wilayah regional Asia, yaitu 8-11 cm saat tidak ereksi dan 12-14 cm saat ereksi dengan diameter rata-rata sekitar 3,2 cm. Penis dianggap kecil (abnormal) jika panjangnya kurang dari 7,6 cm saat mengalami ereksi (mikropenis). Jadi jika saat ereksi penis Anda panjangnya 10-11cm maka masih termasuk normal.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar