Sukses

Hasil Pap Smear

17 Feb 2016, 20:12 WIB
Wanita, 34 tahun.

Siang dktr...dktr saya mau nanya..dktr saya pernah memakai alkon iud selama 7 thn...pd thn ke 7 saya papsmer kt dktr hasl papsmer paps1...pada tahun 2015 saya lakukan papsmer lg dan kt dokter saya mengalami servicitis dan hasil papsmer paps2...setelah 6 bln kmdn saya papsmer lg dgn hsl msh paps 2...yg ingin saya tanyakan bahayakah hsl pemeriksaan saya dokter?saya sudh mendapatkan vaksinasi carvik di thn 2014 sebanyak 3 x...dan skrg saya menggunakan alkon pil yaz..mohon penjelasannya dokter..sebelmnya saya ucapkan trimksh...

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. 

Pap smear adalah skrining untuk mendeteksi dini kanker leher rahim dan penanganan lebih awal serta adekuat. 

Cervicitis merupakan bentuk dari peradangan cervix (mulut rahim) dimana paling sering disebabkan oleh infeksi menular seksual (seperti gonorea, chlamydia, herpes atau bakteri lain) ataupun dapat disebabkan oleh IUD, diafragma, ataupun alergi terhadap kondom. Cara menanganinya adalah pertama mengetahui penyebab dari cervicitis, bila disebabkan oleh infeksi maka harus diberikan pengobatan seperti antibiotik. Kemungkinan penyebab cervivitis yang Anda alami bisa diakibatkan oleh pemakaian IUD. Namun diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat memastikannya. 

Penyebab lain servisitis:

  • Iritasi atau perlukaan akibat alat-alat seperti diafragma, pessary, tampon 
  • Alergi terhadap spermisid yang digunakan untuk KB
  • Alergi terhadap kondom latex
  • Paparan terhadap bahan kimiawi
  • Ketidakseimbangan bakteri yang normal di vagina. Pertumbuhan berlebih bakteri-bakteri yang normal berada di vagina (bacterial vaginosis)
  • Ketidakseimbangan hormon, rendahnya kadar estrogen atau tingginya kadar progesteron dapat mempengaruhi kemampuan untuk menjaga kesehatan jaringan mulut rahim.
  • Kanker ataupun terapi kanker

Faktor risiko servisitis antara lain riwayat berganti-ganti pasangan seksual, riwayat PMS sebelumnya, berhubungan seksual pada usia muda, pasangan seksual yang memiliki riwayat PMS.

 

Klasifikasi hasil pap smear dibagi menjadi 5 kelas, yaitu :

Kelas 1 
Normal. Tidak membutuhkan terapi

Kelas 2 
Atipikal (dapat disebabkan karena peradangan atau infeksi). Disarankan untuk mengulangi lagi pemeriksaan pap smear atau kolposkopi dalam jangka waktu 3-6 bulan

Kelas 3
Displasia atau pre-kanker, level rendah. Kolposkopi dibutuhkan untuk mendiagnosis penyebab

Kelas 4
Displasia Level TInggi atau CIC (carcinoma in- situ; kanker tapi tidak invasif). Membutuhkan kolposkopi dengan biopsi kerucut

Kelas 5
Kanker, invasif. Dibutuhkan kolposkopi dan terapi lanjutan 

 

Hasil pap smear Anda tidak berbahaya namun diduga terdapat infeksi, kami sarankan Anda melakukan konsultasi kembali dengan dokter kandungan dan kebidanan Anda agar dapat diberikan terapi yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar