Sukses

Pemeriksaan Lab Sifilis

22 Feb 2016, 15:39 WIB
Pria, 27 tahun.

dok. darah saya di tolak PMI karena tidak lolos uji bakteri TPHA tapi sudah diambil sample darah lagi untuk pengecekan lebih lanjut dan akan dikabarin dalam waktu dekat, apakah ini sudah dipastikan kalau penyakit sipilis yg saya derita? saya tidak mengalami gejala2 seperti penderita sipilis... saya hanya mengalami radang tenggorokan saja... thanks

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. TPHA atau Treponema Pallidum Hemaglutination Assay adalah suatu pemeriksaan spesifik untuk mengetahui infeksi Treponema Pallidum, yang biasanya dilaksanakan sebagai langkah tindak lanjut pemeriksaan VDRL. Untuk pemeriksaan VDRL, memang ada yang disebut dengan kondisi positif palsu. Mengapa? Karena pemeriksaan ini memang tidak spesifik untuk penyakit Syphilis saja (silahkan baca Pemeriksaan VDRL & TPHA). 

Hasil positif palsu dapat dibagi menjadi 2 yatu :

  • Akut : dapat disebabkan infeksi virus , bakteri , imunisasi , parasit malaria
  • Kronik : dapat disebabkan oleh SLE , penyakit kardiovaskular , gangguan autoimun dan paling sering (70%) ditemukan pada wanita.

 

Bagaimana dengan hasil pemeriksaan lainnya? Apakah sebelumnya pemeriksaan Anda pernah positif juga? Titer TPHA lebih besar sama dengan 1/80 dapat dinyatakan telah mengandung antibodi Treponema Pallidum. Penyakit ini dapat ditularkan tak hanya melalui kontak seksual dengan lesi terinfeksi, namun juga dari ibu ke anak dalam rahim, ataupun melalui transfusi darah. Pada umumnya tes TPHA bila telah reaktif, akan tetap reaktif di dalam waktu yang lama walaupun terjadi penurunan antibodi setelah pengobatan. Sifilis dapat saja belum sembuh benar, kambuh, atau terkena infeksi ulang. 

Sifilis dibagi menjadi sifilis primer, sekunder dan laten. Sifilis primer terjadi 3 minggu setelah kontak dengan penderita. Gejala awal sifilis dapat berupa luka seperti sariawan yang kecil, yang dapat terlihat di organ seksual, rektum, atau di dalam mulut, rata-rata muncul dalam waktu 10-90 hari setelah infeksi, kemudian dapat terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. Seseorang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala selama beberapa tahun, namun semakin dini diagnosis ditegakkan maka pengobatan dapat segera diberikan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. Sifilis sekunder terjadi 2 - 10 minggu setelah luka pada kelamin dan dapat melebar 3 - 4 bulan setelah infeksi. Luka pada sifilis sekunder ini menyebar ke seluruh tubuh dimana bentuk luka tersebut adalah merah-merah terkadang disertai perasaan mual, nyeri dan lemas.

Pengobatan sifilis adalah dengan pemberian antibotik. Namun diagnosa suatu penyakit dan pemberian terapi harus tidak bisa hanya berdasarkan pemeriksaan laboratorium, namun juga perlu wawancara medis, pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk melihat adakah kelainan yang menyertai dan pemeriksaan penunjang tambahan(bila diperlukan). Oleh karena itu untuk lebih tepatnya Anda dapat mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin. 

 

Untuk menambah wawasan Anda mengenai sifilis Anda dapat membaca artikel berikut Syphilis - Sifilis (5 Juli 2010)

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar