Sukses

Merokok Sambil Tiduran Menyebabkan Kematian Mendadak?

18 Feb 2016, 09:40 WIB
Pria, 23 tahun.

Apakah tidak apa-apa jika merokok sambil tiduran? Saya dengar bisa mati mendadak? Jika iya, mohon bagaimana penjelasan medisnya dok. Terima kasih.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Silakan klik next untuk melanjutkan.

Merokok Sambil Tiduran Menyebabkan Kematian Mendadak?

Merokok dapat membahayakan hampir semua organ tubuh dan akan menimbulkan berbagai penyakit yang tentunya dapat memengaruhi kesehatan perokok secara umum. Berdasarkan World Health Organization (WHO), tidak ada level aman dari pajanan rokok, tidak ada batas minimal rokok untuk kesehatan. Itu berarti, jika Anda menghisap sedikit saja asap rokok di udara, percayalah, bahan beracun tersebut akan merusak diri Anda.

Pada tahun 2020, WHO memperkirakan bahwa kematian karena rokok akan mencapai 10 juta orang, atau 17,7% kematian pada negara berkembang. Diperkirakan jumlah perokok akan mencapai 1,1 milyar jiwa dimana sekitar 800 juta berada di negara berkembang. Sekitar 400.000 orang meninggal setiap tahunnya karena rokok, dimana sekitar 25.000 diantaranya bahkan bukan perokok a.k.a perokok pasif. Efek rokok pada kesehatan manusia sangatlah serius dan pada beberapa kasus, bahkan mematikan. Bahan kimia di dalam rokok dapat mempengaruhi seluruh fungsi organ, merusak dan menyebar merata ke seluruh bagian tubuh. Terdapat kurang lebih 4000 bahan kimia di dalam rokok, karsinogen (bahan penyebab kanker) sekitar 60 jenis (tar, benzene, pestisida, formaldehide), logam beracun (arsen, cadmium), logam radioaktif (Lead-210 (Pb-210), polonium-210 (Po-210)), dan 200 jenis bahan beracun (amonia, karbonmonoksida, HCN, nikotin).

Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.  Asap rokok mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, ammonia, oksidan sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain. Partikel ini akan mengendap di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh. Endapan asap rokok juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa bertahan sampai lebih dari 3 tahun, dengan tetap berbahaya.

Derajat berat ringan merokok dinilai dengan Indeks Brinkman (IB), yaitu perkalian jumlah rata-rata batang rokok dihisap sehari dikalikan lama merokok dalam tahun. Penggolongannya berdasarkan Indeks Brinkman tersebut dibagi menjadi

(1) Ringan : 1 – 50

(2) Sedang : 51 – 100

(3) Berat : > 100

Merokok sudah jelas dapat menyebabkan berbagai penyakit. Namun, apakah Anda tahu penyakit apa yang berkaitan dengan rokok dan merupakan penyebab kematian nomor satu di antara perokok? Apabila Anda berpikir bahwa kanker paru atau emfisema adalah jawabannya maka Anda salah. Memang, kedua penyakit tersebut banyak merenggut nyawa, namun yang menduduki puncak utama pembunuh para perokok adalah penyakit jantung. 

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada perokok. Pengerasan pembuluh darah arteri dalam jangka waktu puluhan tahun, ditunjang dengan penumpukan lemak dan kolesterol di pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan dan sumbatan dari pembuluh darah. Ketika arteri menyempit (aterosklerosis), sumbatan sel darah akan lebih mudah terbentuk.

Penyakit lain yang membahayakan bagi perokok akan memiliki adalah menderita kanker paru, kanker esofagus, dan kanker mulut yang jarang sekali dimiliki oleh mereka yang tidak merokok. Sekitar 90% kanker paru berhubungan dengan merokok. Pada penelitian Sobti, dkk dikatakan bahwa orang dengan index Brinkman berat memiliki resiko tinggi terkena kanker paru. Sekitar 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat (lebih dari 15 batang rokok setiap hari) akan menemui kematian akibat kanker paru. Bagi mereka yang berhenti merokok, membutuhkan waktu sekitar 15 tahun sampai risiko menderita kanker paru sama dengan mereka yang tidak merokok. Selain itu, risiko menderita kanker mulut 4 kali lebih besar bagi perokok.

PPOK merupakan kondisi yang sering terjadi juga pada perokok. PPOK adalah kondisi yang menggambarkan tersumbatnya aliran udara pernapasan dan membuat nafas menjadi sulit (sesak). PPOK terdiri atas :

  • Emfisema    : sesak napas yang disebabkan oleh rusaknya kantung pernapasan (alveolus)
  • Bronkitis kronik    : batuk berdahak selama minimal 3 bulan

Rokok bertanggung jawab untuk 80% kasus PPOK. Pada umumnya, PPOK terjadi pada usia 35 – 45 tahun. Ketika fungsi paru mulai menurun, gejala sesak napas akan timbul. Progresifitas penyakit ini dapat menyebabkan pasien membutuhkan perawatan rumah sakit dimana tahapan akhirnya adalah kematian perlahan akibat sesak napas berat.

Lalu, apakah boleh merokok sambil tiduran? Silakan ketahui pemaparan kami pada laman berikutnya. Silakan klik next.

Merokok Sambil Tiduran Menyebabkan Kematian Mendadak?

Berkaitan dengan pertanyaan Anda, apakah boleh merokok sambil tiduran? Merokok sendiri pada dasarnya memberikan dampak buruk terhadap kesehatan sehingga sebaiknya dihindari. Pada beberapa penyakit yang timbul akibat merokok seperti PPOK juga terdapat gejala orthopnoe, yaitu napas terasa lebih susah dan sesak apabila dalam posisi berbaring, dan napas lebih nyaman dalam posisi duduk atau setengah duduk. Kesulitan napas saat berbaring pada orang dengan PPOK ini dapat menyebabkan asap rokok lebih sulit dikeluarkan, sehingga meninggalkan zat sisa yang lebih banyak.

Mati mendadak yang berkaitan dengan merokok adalah apabila rokok menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dengan adanya sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan pada pembuluh darah jantung ini dapat menyebabkan kerusakan pada otot jantung yang mengakibatkan jantung bisa berhenti bekerja sehingga menyebabkan kematian. Jadi, rokok memang dapat menyebabkan kematian mendadak karena serangan jantung, namun tidak spesifik pada posisi brbaring saja.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

1 Komentar

  • Rio****

    Panjang lebar pemaparannya, padahal jawabannya dikit banget dibagian bawah: Jadi, rokok memang dapat menyebabkan kematian mendadak karena serangan jantung, namun tidak spesifik pada posisi brbaring saja. Next time.. Boleh kali dok langsung jawab ke pokok perkara, terima kasih