Sukses

Pemeriksaan Untuk Mengetahui Infeksi Menular Seksual

14 Feb 2016, 08:59 WIB
Wanita, 23 tahun.

Selamat pagi dok.. sebelumnya saya ingin bercerita dulu, saya pernah melakukan hubungan seksual dengan 3 laki laki dan jeda waktu yang cukup lama juga, dengan lelaki A saya melakukannya hampir 1 tahun setalah itu saya memutuskan hubungan, sebulan setelahnya saya melakukan hubungan seksual dengan lelaki B hanya selama 1 kali saja dan yang terakhir jeda 5 bulan dengan lelaki B, saya melakukan hubungan seksual dengan lelaki C kurang lebih selama 2 tahun nah yang ingin saya tanyakan adalah 1. saya mengalami keputihan terkadang sebelum menstruasi kadang setelah menstruasi apakah itu wajar dok ? 2. terkadang keputihan saya menggumpal apakah berbahaya ? 3. hampir setiap pagi perut bagian bawah saya sakit seperti melilit, apakah itu menjadi indikasi suatu penyakit kelamin ? dan bolehkan apabila saya ingin usg untuk mengetahuinya ? 4. pernah juga juga ada benjolan kecil seperti jerawat yang ada di kemaluan dan kulit bulu pubis saya namun setelah saya menstruasi benjolan tersebut hilang, apakah itu juga indikasi suatu penyakit kelamin juga dok ? 5. saya sudah berencana untuk menikah dok dan saya telah jujur mengenai keadaan saya kepada calon suami saya, jadi sebelum menikah adakah pemeriksaan medis yang harus saya lakukan yang berkaitan dengan kelamin dok ?? karena saya takut riwayat saya yang seperti itu akan berpengaruh dimasa depan mohon saran dan masukannya demi kesehatan saya dokter, terimakasih.. selamat pagi

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com,

Kami memahami kekhawatiran Anda. Perilaku seks bebas adalah faktor pemicu utama sebagai menularnya penyakit infeksi menular seks (IMS). Jika dirincikan, sesuai data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, faktor risiko penularan HIV terbanyak adalah berikut ini:

  • Heteroseksual, yakni berkontribusi 58,7%

  • Injecting drug users (IDU) 17,5%

  • Penularan perinatal 2,7&

  • Homoseksual sebanyak 2,3 persen%

Lebih lanjut sebagaimana kita ketahui salah, satu konsekuensi awal dari perilaku seks bebas adalah terpaparpenyakit menular seks. Infeksi Menular Seksual (IMS), dalam dunia medis diartikan sebagai semua infeksi yang ditularkan melalui aktivitas seksual, termasuk HIV/AIDS. Masalah kesehatan ini akhir-akhir ini mengkhawatirkan karena makin banyak kejadiannya, dapat menyebabkan kemandulan dan sangat mudah ditularkan lewat perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab seperti berganti-ganti pasangan. Untuk itu pengenalan gejala menjadi sangat penting agar dapat segera mencari pertolongan medis.

Infeksi Menular Seksual pada pria maupun wanita dapat dengan mudah dikenali lewat 3 gejala:

  1. Duh tubuh: cairan yang keluar dari kemaluan yang tidak normal. Pada wanita biasanya disebut keputihan. Cairan yang tidak normal biasanya warnanya kehijauan, keabu-abuan, berbusa.

  2. Nyeri berkemih, yaitu adanya keluhan saat buang air kecil seperti terasa sakit, perih, panas, anyang-anyangan.

  3. Benjolan atau bintik. Terutama di area-area yang terkait dengan aktivitas hubungan seksual, seperti di daerah kemaluan, mulut dan rongga mulut, dubur/anus. Benjolan tersebut dapat berupa jengger ayam di daerah sekitar dubur atau kemaluan, pembesaran kelenjar getah bening biasanya di daerah lipat paha atau bintik-bintik berair seperti cacar air di daerah kemaluan atau mulut.

Pada infeksi HIV, mulanya biasanya disertai dengan gejala seperti flu biasa kemudian dapat sembuh sendiri, sehingga perlu pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui adanya infeksi virus HIV. Mereka yang memiliki perilaku aktivitas seksual yang berbahaya sebaiknya memeriksakan status HIV-nya ke dokter.

Mengingat Anda memiliki keluhan keputihan dan benjolan, memang sedikit timbul kecurigaan apakah telah terjadi infeksi menular seksual. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan secara langsung terkait gambaran organ kelamin wanita (apakah ada tanda kemerahan, tanda radang, dll yang menyertai keputihan), serta terhadap benjolan tersebut. Keputihan itu sendiri sebenarnya bisa pula bersifat normal, apalagi dekat dengan siklus menstruasi seperti yang Anda ceritakan, hanya jumlahnya tidak banyak, tidak berbau, konsistensi tidak kental, tidak disertai rasa gatal, dll (sayangnya keterangan ini tidak disertakan pada riwayat Anda). Mengenai nyeri perut bawah, penyababnya bisa bermacam-macam, misalnya nyeri ketegangan otot, infeksi saluran kemih, gangguan organ perkembangbiakan (mulai dari indung telur hingga rahim) yang semuanya harus dibedakan lewat wawancara mendalam dan pemeriksaan. Tidak masalah bila Anda menginginkan USG untuk mengetahui gangguan apa yang sedang terjadi.

Oleh sebab itu, kami sarankan agar Anda langsung berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin karena pemeriksaan-pemeriksaan infeksi menular seksual harus diperiksakan secara langsung. Terbukalah pada dokter Anda nanti agar pemeriksaan-pemeriksaan yang dibutuhkan (termasuk pemeriksaan HIV, bila diperlukan) dapat dilakukan. Tentu saja kita semua berharap tidak ada penyakit yang terkena pada Anda dalam 3 tahun perilaku seks bebas tersebut. Semoga hasil pemeriksaan sesuai dengan yang diharapkan.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar