Sukses

Timbul Bentol Merah Dan Hilang Sendiri

07 Feb 2016, 08:37 WIB
Wanita, 0 tahun.

anak saya akhir akhir ini sering keluar bentol merah merah seluruh badan... tapi lama kelamaan hilang sendiri kemudian muncul lagi....

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Keluar bentol merah di seluruh badan dan hilang sendiri bisa jadi penyebabnya adalah urtikaria. Mungkin sebagian besar dari kita tidak tahu apa itu Urtikaria. Namun bila biduran tentu Anda tahu bukan? Ya, Urtikaria memang sering disebut biduran atau Kaligata oleh masyarakat awam. Urtikaria merupakan kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskular (perubahan) yang disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya oleh reaksi alergi. Reaksi alergi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain:

  • Udara
  • Debu
  • Bulu binatang
  • Makanan
  • Hingga obat-obatan tertentu.

 Urtikaria dihasilkan dari pelepasan histamin (penyebab peradangan) dari jaringan sel mast (sel jaringan ikat yang berfungsi sebagai penampung mediator kimiawi dari respon inflamasi) dan dari sirkulasi basofil. Urtikaria memiliki ciri-ciri berupa bercak pucat dan kemerahan dengan garis tepi yang sangat jelas serta sedikit menonjol (bengkak).

Beberapa penyakit kulit lainnya juga memiliki ciri-ciri yang sama dengan Urtikaria misalnya saja Eksim, Dermatitis Kontak dan gigitan serangga. Namun para dokter pastinya dapat membedakan Urtikaria dengan penyakit kulit lainnya dengan mudah karena Urtikaria memiliki ciri-ciri khusus. Urtikaria yang tidak diketahui penyebabnya biasa disebut dengan Urtikaria Idiopatik.

Urtikaria bukanlah penyakit yang mematikan namun penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang sangat mengganggu keseharian sang penderita terutama bagi anak-anak yang masih sulit mengendalikan diri untuk tidak menggaruk kulit. Karena Urtikaria sering kali disertai dengan rasa gatal pada bagian yang membengkak. 

Urtikaria terbagi menjadi dua tipe menurut tingkat masalahnya, yaitu:

  • Urtikaria Akut (berlangsung kurang dari 6 minggu) dan
  • Urtikaria Kronis (berlangsung lebih dari 6 minggu).

Urtikaria juga terbagi berdasarkan berdasarkan pola bercaknya antara lain,

  • Imunoglobulin E akut (IgE)-dimediasi urtikaria,
  • kimia-induced urticaria (non-IgE-mediated),
  • vaskulitis urtikaria,
  • urtikaria autoimun,
  • urtikaria kolinergik,
  • urtikaria dingin,
  • mastositosis,
  • Muckle-Wells syndrome, dan banyak lainnya. 

Beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengobati Urtikaria antara lain:

  • Antihistamin (CTM),
  • Kortikosteroid (Dexamethasone atau Prednisone),
  • Epinefrin biasa digunakan untuk pasien yang mengalami masalah pernapasan) dan masih banyak lagi.

Tiap dokter akan meresepkan obat yang berbeda berdasarkan tingkat kronisnya penyakit.

Untuk Anda yang memang mengidap Urtikaria kambuhan biasanya telah mengetahui penyebab munculnya Urtikaria. Maka untuk penanggulangan, setidaknya dapat menghindari penyebab tersebut, misalnya saja akibat tungau, udara, makanan, debu, bulu binatang atau obat-obatan tertentu.

Pada dasarnya tiap dokter sangat menyarankan bagi para penderita Urtikaria untuk berkonsultasi ke dokter terdekat. Karena penggunaan obat hanya untuk mengatasi gejala alergi bukan akibat alerginya. Jadi Anda tetap harus melakukan tes alergi untuk menentukan penyebab munculnya Urtikaria pada diri Anda, kemudian menghindari berbagai penyebab tersebut. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    1 Komentar