Sukses

Penyebab Bintik Pada Ujung Penis

07 Feb 2016, 09:45 WIB
Pria, 21 tahun.

maaf dokter, saya mengidap penyakit di kepala kelamin saya, penyakit itu bintik merah, bintik tersebut hanya satu, mengeluarkan cairan bening, seperti air putih, saat di sentuh bintik merah tersebut keras, seperti ada isinya. mohon di jelaskan penyakit tersebut?

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. 

Bukan cuma wanita yang perlu memperhatikan area kewanitaannya. Kaum pria pun perlu memperhatikan kesehatan organ intimnya. Seringkali, para pria menjadi khawatir ketika menemukan terdapat bintik atau bintil yang muncul pada penis.

Karena tidak sedikit bintik atau bintil yang muncul merupakan gejala atau tanda dari penyakit dan kondisi yang berbahaya. Jika demikian, tentu akan mengganggu rutinitas kehidupan, diantaranya terganggunya keberlangsungan kesehatan hubungan seksual. 

Berikut beberapa penyakit yang ada:

1. Hirsutis Corona Glandis (Pearly Penile Papules)

Bagaimana gejala dan tanda bintik di penis yang mengindikasikan kondisi Hirsutis Corona Glandis (Pearly Penile Papules)? Berikut penjelasannya:

Hirsutis Corona Glandis (Pearly Penile Papules) biasanya diiring dengan munculnya:

  • bintik-bintik berbentuk kubah atau runcing,
  • diameternya kurang dari 0,5 cm,
  • sewarna kulit atau terlihat keputihan
  • biasanya berlokasi di kepala penis.

Biasanya tersusun mengelilingi kepala penis dalam beberapa baris. Bintik-bintik ini tidak berbahaya dan merupakan varian normal. Bintik-bintik ini tidak ditularkan melalui hubungan seksual.

2. Moluskum Kontagiosum

Bintik-bintik berbentuk kubah dengan lekukan di bagian tengahnya, diameternya dapat < 0,5 cm sampai berukuran sebesar biji jagung. Sewarna kulit atau kadang keputihan seperti lilin. Dapat terletak di mana saja sepanjang penis dan di daerah sekitar kemaluan. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual dan disebabkan oleh virus poks.

Moluskum kontagiosum menyebabkan gejala terbentuknya papul yang cukup banyak. Papul merupakan benjolan yang berbatas tegas, licin, berbentuk kubah dan sewarna dengan kulit. Ukuran dari papul ini bervariasi, biasanya antara 2-6 milimeter. Di bagian tengah benjolan seringkali terdapat lekukan kecil yang berisi bahan seperti nasi dan berwarna putih, yang merupakan ciri khas untuk moluskum kontagiosum. Papul ini dapat meradang secara spontan ataupun karena trauma akibat garukan. Papul yang meradang memberikan gambaran benjolan yang merah, dan hangat.

Moluskum kontagiosum merupakan infeksi virus pada kulit yang umum terjadi pada anak-anak. Infeksi kulit yang terjadi berupa papul (benjolan licin dan sewarna kulit), tidak nyeri dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam waktu setahun. Penyakit ini mudah menular, namun hanya menyerang kulit tidak menyerang organ-organ dalam. Cara penularan yang biasa terjadi adalah lewat kontak langsung maupun kontak dengan benda lain yang terkontaminasi.

Moluskum kontagiosum dapat ditemukan di seluruh dunia, dengan angka kejadian paling tinggi di negara tropis. Walaupun biasanya terjadi pada anak-anak, penyakit ini dapat menyerang orang dewasa. Pada anak-anak, biasanya menyerang kulit di wajah, punggung, kaki dan tangan, sedangkan pada orang dewasa dapat menyerang daerah genital (kemaluan). Penyakit ini menyebar dengan cepat pada suatu komunitas yang padat, higienis kurang dan kurang mampu.

3. Herpes Genitalis (Herpes Simpleks)

Bintil-bintil berisi cairan jernih  atau bernanah, berkelompok di atas kulit yang memerah. Jika pecah maka akan terasa nyeri. Dapat disertai dengan demam, rasa lemas dan tidak nafsu makan. Penyakit ini merupakan infeksi menular seksual dan disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe II.  Namun, pada pelaku seksual oral, infeksi  di daerah genitalia dapat juga disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe I.

Virus herpes memiliki masa inkubasi 3-5 hari, setelah itu pada daerah kemaluan akan timbul gerombolan vesikel, di atas kulit kemerahan dan dirasakan nyeri, bila pecah meninggalkan bekas. Sering disertai pembesaran kelenjar yang nyeri.Setelah terjadinya infeksi pertama, yang ditandai dengan timbulnya gelembung berkelompok berisi cairan yang terasa nyeri di mukosa mulut, wajah atau alat kelamin, maka virus tersebut akan bermigrasi masuk ke dalam saraf tepi dan akan terus menetap (berdormansi) di saraf tersebut hingga suatu saat virus tersebut aktif kembali. Pengaktifan kembali virus tersebut dapat terjadi akibat penurunan daya tahan tubuh, infeksi, stress, trauma (kecelakaan), dll. Penularan terhadap orang sekitar dapat terjadi saat infeksi HSV sedang aktif, yaitu pada saat terdapat keluhan berupa gelembung berkelompok berisi cairan yang terasa nyeri. Penyakit sembuh dalam 2-3 minggu. Penyakit ini tidak mengancam nyawa pada orang dewasa namun sering kumat, timbul pada tempat yang sama dan biasanya lebih ringan dari gejala infeksi pertama. Penularannya hampir selalu terjadi melalui hubungan seksual.

Faktor yang mempengaruhi kekambuhan biasanya adalah kelelahan fisik dan stress mental, atau infeksi sistemik lainnya. Hubungan seksual berganti-ganti pasangan meningkatkan kemungkinan terkena. Wanita hamil yang menderita herpes dapat menginfeksi bayinya. Bayi yang lahir dengan herpes dapat meninggal atau mengalami gangguan pada otak, kulit atau mata. Bila pada kehamilan timbul herpes genital, hal ini perlu mendapat perhatian serius karena virus dapat melalui plasenta sampai ke sirkulasi fetal serta dapat menimbulkan kerusakan atau kematian pada janin.

4. Infeksi Jamur (Balanitis Kandida)

Infeksi Jamur (Balanitis Kandida)
Bintil-bintil berdinding tipis dan berisi cairan nanah. Lokasinya biasanya terletak di daerah kepala penis dan lekukan kepala penis.

Penyakit ini disebabkan karena infeksi jamur dan didapatkan dari kontak seksual dengan pasangan yang mengalami infeksi jamur.

Jadi, sangat disarankan untuk berhati-hati bagi Anda yang mempraktikkan gaya hidup seks bebas. Risiko dari 

Penanganan IMS ini sebenarnya harus segera, supaya infeksi yang terjadi tidak naik ke organ reproduksi atas danmenyebabkan ketidaksuburan atau dalam kasus HIV, menyebabkan kematian.

Ada beberapa penyebab lainnya, saran kami segera anda berkonsultasi langsung kepada dokter spesialis kulit kelamin.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar