Sukses

Kegiatan Selama Kehamilan
06 Feb 2016, 20:17 WIB
Wanita, 24 tahun.

Apa saja yang harus dilakukan ibu hamil saat beraktifitas tapi keluar keringat dingin

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekahwatiran yang Anda rasakan. Berikut ini adalah panduan umum mengenai yang boleh dilakukan selama proses kehamilan.

1. Makan makanan bergizi, minum cukup cairan dan minum suplemen kehamilan

Nutrisi penting selama kehamilan adalah asam folat, zat besi, cholin,yodium dan AA-DHA. Menurut Boeke, asupan choline yang cukup selama kehamilan berkaitan dengan daya ingat visual yang lebih baik ketika anak berusia 7 tahun. Pada penelitian Morse, pemberian DHA pada kehamilan dan masa menyusui akan meningkatkan berat badan bayi ketika lahir, lingkar kepala, panjang lahir, dan meningkatkan ketajaman penglihatan serta koordinasi mata.  Pemberian vitamin D selama kehamilan membantu pembentukan tulang dan otak janin. Asupan yodium penting untuk produksi hormon tiroid yang penting dalam pembentukan otak dan sistem saraf selama pertumbuhan janin. Asam folat penting untuk pembentukan tulang belakang, otak dan tulang tengkorak yang normal. Martinez menyebutkan, jumlah cairan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi selama kehamilan adalah 2300 ml/hari.

2. Pastikan kesehatan kehamilan

Periksakan kesehatan kehamilan secara rutin ke fasilitas kesehatan. Menurut WHO, pemeriksaan kehamilan atau Ante Natal Care (ANC) setiap 4 minggu sekali dari pertama kali diketahui hamil hingga usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 minggu sekali dari usia kehamilan 28-36 minggu dan setiap satu minggu sekali dari usia kehamilan 36 minggu hingga tiba saat melahirkan.

3. Pastikan aktivitas selama kehamilan aman dilakukan

Melakukan aktivitas fisik selama kehamilan dapat menurunkan resiko peningkatan berat badan berlebih, diabetes gestasional, preeklamsia, kelahiran prematur, varises, dan trombosis vena dalam. Namun sebelum melakukan aktivitas fisik, diskusikan dahulu dengan dokter Anda apakah jenis olahraga yang aman dilakukan selama kehamilan.

4. Berdamai dengan mual dan muntah selama hamil

Makan makanan dengan porsi kecil namun sering dan konsumsi vitamin B6 dan B12 dikatakan dapat mengurangi rasa mual selama kehamilan. Murphy dan beberapa peneliti lain menganjurkan terapi alternatif seperti konsumsi jahe, chamomile, rasberry, dan daun mint.  

5. Waspadai masalah dalam kehamilan

Kehamilan dapat disertai dengan masalah, baik yang telah ada sebelum kehamilan maupun yang baru didapat selama kehamilan. Masalah yang mungkin telah ada sebelum kehamilan seperti tekanan darah tinggi, masalah pernapasan, ginjal, jantung, kencing manis,obesitas, tiroid, polikistik ovarium sindrom (PCOS) penyakit autoimun, penyakit menular seksual (PMS), atau infeksi kronis seperti human immunodeficiency virus (HIV) dapat menimbulkan risiko bagi ibu dan atau bayi yang belum lahir. Adanya riwayat keguguran, masalah dengan kehamilan sebelumnya atau kehamilan dengan adanya riwayat keluarga kelainan genetik juga merupakan faktor risiko kehamilan berisiko tinggi. Sedangkan masalah yang didapat selama kehamilan antara lain preeklamsia, plasenta previa, dan diabetes gestasional. Keseluruhan masalah harus mendapat terapi yang sesuai, sehingga pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting dilakukan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar