Sukses

Mengatasi Mual Dan Muntah Saat Hamil
04 Feb 2016, 19:23 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok, apakah ibu hamil boleh mengkonsumsi permen untuk menghilangkan rasa mual. Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan diakibatkan karena perubahan hormonal yang umumnya terjadi di awal kehamilan (minggu ke 6-8, puncak pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22) sampai badan wanita tersebut beradaptasi dengan peningkatan produksi hormonal. Mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari namun dapat memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Mual dan muntah ini biasanya terjadi pada 80 – 85% kehamilan selama triwulan pertama, dengan gejala muntah yang mengganggu sebesar 52%.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala mual dan muntah adalah:

  1. Bila muntah adalah masalah di pagi hari, makan makanan kering  seperti sereal, roti, atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur, atau coba makan makanan ringan tinggi protein seperti keju sebelum pergi tidur (protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna)
  2. Makan makanan ringan setiap 2-3 jam lebih baik dari 3 kali makan besar. Makan secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna
  3. Tetap duduk tegak selama 10-20 menit  setelah makan untuk menghindari refluks lambung dan heartburn
  4. Makan makanan yang mengandung banyak cairan. Hindari jumlah besar konsumsi cairan dalam satu waktu. Coba minuman yang dingin, jus buah seperti apel atau anggur
  5. Hindari makanan pedas, gorengan, atau berminyak. Hindari kopi karena dapat merangsang asam lambung
  6. Hindari bau yang menyengat dan menyebabkan mual
  7. Jahe cukup efektif untuk mengurangi mual. Cobalah untuk memakan permen jahe, minum air jahe, atau jahe dalam bentuk kapsul
  8. Hubungi dokter untuk konsumsi vitamin B6 atau terapi obat lainnya
  9. Hubungi dokter bila muntah terjadi terus-menerus sehingga makanan atau minuman tidak dapat masuk. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) dan harus diterapi sesegera mungkin

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat (KM)

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar