Sukses

Minum Jamu Untuk Memperlancar Haid

04 Feb 2016, 18:15 WIB
Wanita, 21 tahun.

Dok, apa haid itu harus selalu keluar darah banyak? waktu masa haid saya datang, namun lebih cepat 2 hari, ada flek coklat yang menyerap di celana dalam saya, namun keesokan harinya berhenti keluar, pas esokharinya lagi, keluar flekcoklat cair dan sedikit, keesokan harinya di sore hari, keluar lendir bening dengan sedikit darah warna merah cerah. namun keesokannya tidak keluar apa apa lagi.apa itu sudah terhitung darah haid dok? dan sampai skrg saya belum keluar darah haid seperti biasanya. pdhl jika sesuai perhitungan, masa haid sy udah lewat. lalu saya mengkonsumsi jamu untuk memperlancar haid, apa itu aman? dan apakah saya tetap harus mengkonsumsi jamu tsb sampai datang haid dengan darah sepeti biasa? atau harus saya hentikan konsumsi jamu tsb? mohon penjelasannya.. terimakasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

Apakah jamu tersebut Anda buat dan konsumsi sendiri atau Anda membeli produk yang dijual bebas di warung atau toko? 

Kami tidak menganjurkan Anda untuk mengonsumsi sembarang jamu atau obat tanpa saran dokter terlebih obat-obat yang mengklaim "obat herbal". Karena jamu atau obat tersebut banyak yang dijual tanpa melalui skrining atau uji klinis ilmiah di laboratorium sehingga tidak diketahui secara pasti manfaat dan efek sampingnya jika dikonsumsi.

Terlebih lagi sekarang ini banyak dijual jamu yang misalnya mengklaim sebagai jamu untuk menambah berat badan padahal dicampurkan obat kimia yang bila diberikan dengan dosis berlebih dapat menyebabkan tubuh menjadi bengkak.

Untuk itu kami menyarankan agar Anda sebagai konsumen lebih kritis sebelum membeli dan mengonsumsi obat atau produk tertentu yang dijual secara bebas.

Adapun gangguan siklus menstruasi umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama

  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)

  • Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30

  • Malnutrisi (kurang gizi)

  • Stres psikologis

  • Atlet

  • Kekurangan vitamin K

  • Penggunaan obat-obatan tertentu

  • Kelainan pembekuan darah

  • Gangguan hormon tiroid

  • Dan lain sebagainya

Selain gangguan hormonal, dapat juga terjadi gangguan organ kandungan. Untuk memastikannya, dapat dilakukan pemeriksaan USG kandungan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat (KM)

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar