Sukses

Mioma dan Kehamilan

29 Jan 2016, 19:05 WIB
Wanita, 37 tahun.

Selamat pagi Dok,begini..saya habis kuret dengan diagnosa denyut janin melemah dan ada miom uteri dgn ukuran 5,4 x 7,11cm.kata dokter miom harus diangkat secepatnya setelah sebulan kuret.yg ingin saya tanyakan apakah miom tersebut menganggu perkembangan janin?terus berapa bulan lagi setelah operasi pengangkatan miom bisa promil lagi mengingat usia saya taun ini sudah 37th dan belum pnya anak?? Terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Mioma uteri atau juga dikenal dengan leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Hal ini berarti pasien dengan mioma dapat hamil, tetapi dapat pula menyebabkan sulit hamil. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Tanda mioma sudah tidak ada adalah menghilangnya gejala-gejala yang disebabkan oleh mioma serta tidak tampaknya gambaran mioma pada pemeriksaan ultrasonografi. Gejala-gejala tersebut berupa:

  1. Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak)
  2. Menstruasi memanjang
  3. Perut terasa penuh dan membesar
  4. Nyeri panggul kronik (berkepanjangan)
  5. Sering berkemih (buang air kecil)
  6. Sulit untuk buang air kecil
  7. Konstipasi
  8. Nyeri punggung atau nyeri tungkai

Pada beberapa kasus, secara jarang dapat juga ditemukan keputihan kronik pada penderita mioma uteri. Wanita dengan mioma uteri tetap dapat hamil. Mioma uteri memiliki kecenderungan untuk membesar ketika hamil dan mengecil ketika menopause berkaitan dengan produksi dari hormon estrogen.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. 

Salam

 

0 Komentar

Belum ada komentar