Sukses

Urin Berdarah Pada Penderita Batu Ginjal

27 Jan 2016, 10:49 WIB
Pria, 34 tahun.

Selamat siang dok Dok apa urina yg berdarah pada penderita batu ginjal itu sudah parah/darurat?trus penganggulangan pertamanya bagaimana?lantas kenapa urinnya bisa berdarah?terimakasih untuk jawabanya.

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Urin berdarah pada penderita batu ginjal tidak dapat menjadi patokan untuk menentukan apakah penyakitnya sudah parah atau belum.

Urin berdarah dapat terjadi jika batu saluran kemih turun melalui saluran kencing (ureter) dan menggores dinding dalam saluran tersebut, sehingga timbul rasa nyeri dan urin berdarah.

Untuk menilai keparahan, diperlukan pemeriksaan penunjang seperti USG saluran kemih atau pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan creatinin).

Terkadang beberapa obat-obatan dapat diresepkan oleh dokter untuk mempercepat pengeluaran batu ginjal yang berukuran kecil, seperti obat-obatan golongan calcium channel blocker atau golongan alpha blockers. Di samping itu, dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit akibat sumbatan batu ginjal, antara lain dengan memberikan suntikan NSAID atau obat golongan opioid intravena di rumah sakit. Pemberian obat penghilang rasa sakit melalui mulut (oral) hanya efektif untuk menghilangkan rasa sakit yang tidak terlalu berat.

Namun, untuk batu yang berukuran lebih dari 6 mm perlu dilakukan intervensi lebih lanjut untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Tindakan-tindakan pengeluaran batu dapat dilakukan tanpa pembedahan, yaitu dengan ESWL (menggunakan getaran gelombang untuk memecahkan batu ginjal dalam tubuh), atau dengan tindakan pembedahan. Tindakan ESWL merupakan  tindakan yang tergolong aman karena bukan merupakan tindakan yang melibatkan pembedahan, dilakukan dari luar tubuh.

Pengobatan yang tidak tepat dan tidak segera terhadap kasus batu ginjal hanya akan menghambat pengeluaran batu tersebut dari dalam dalam tubuh Anda, dan menimbulkan sumbatan lebih lanjut terhadap aliran urin di saluran kemih. Lebih lanjut, batu tersebut dapat terinfeksi dan menimbulkan komplikasi yang lebih berbahaya, bahkan hingga penurunan fungsi ginjal. Untuk itu, kami sarankan Anda berkonsultasi dan mendiskusikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter. Dengan demikian dapat diketahui kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, besarnya batu, dan pilihan terapi yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Kurangnya asupan cairan dan kurang aktivitas juga merupakan salah satu faktor penyebab terbentuknya batu (tanpa melihat jenisnya), sehingga sangat disarankan untuk meningkatkan asupan cairan hingga 2-3 liter/hari dan melakukan aktivitas fisik rutin dan teratur. Namun bukan berarti jika Anda banyak minum air dapat secara pasti mencegah batu ginjal, karena pembentukan batu ginjal berdasarkan banyak faktor, yang salah satunya adalah pola makan. 

Untuk penanganan lebih lanjut, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi kepada dokter urologi.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar