Sukses

Makanan Untuk Penderita Pembengkakan Jantung

29 Jan 2016, 13:07 WIB
Wanita, 22 tahun.

Pagi dok, saya mau tanya papah saya sedang masa penyembuhan medis disalah satu rumah sakit swasta ditangerang dengan penyakit pembengkakan jantung yang diakibatkan paru paru terendam, yang sayan ingin tanyakan makanan untuk pengidap penyakit tersebut apasaja yg mesti di makan dan makanan apa saja yang harus dipantang dan hal apasaja yang harus dihindari terima kasih

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Pembengkakan jantung yang mengakibatkan paru-paru terendam kemungkinan disebabkan oleh penyakit jantung kongestif yang mengakibatkan edema paru. Untuk mengatasi penyakit tersebut, diperlukan berbagai macam obat seperti obat jantung sesuai kebutuhan dan keadaan pasien, diuretik (untuk mengeluarkan cairan), dan obat lain-lain untuk mengatasi penyebab  dasarnya (apakah itu darah tinggi, diabetes, dll).

Umumnya dengan penanganan medis yang cepat dan tepat, kondisi ayah Anda bisa kembali stabil. Namun edema paru tersebut dapat kambuh kembali sewaktu-waktu karena keadaan tertentu, misalnya asupan cairan dan garam yang terlalu banyak, infeksi/penyakit lainnya, penyakit ginjal, dll. Karena pembengkakan jantung yang sudah terjadi akan tetap terjadi. Obat-obatan hanya dapat menjaga agar keadaan tetap stabil dan tidak bertambah berat. Selain obat-obatan, tentunya diperlukan pengaturan asupan makanan yang tepat.

Menurut American Heart Association (AHA), prinsip pengaturan diet pada penderita penyakit jantung kongestif secara umum antara lain:

  1. Menurunkan kadar garam (sodium) dalam makanan, tujuannya untuk menurunkan edema (pembengkakan)
  2. Mencukupi kebutuhan potassium, dengan cara konsumsi buah-buahan dan sayuran setiap harinya.
  3. Mencegah gangguan lambung, dalam hal ini makan dalam porsi kecil dan teratur untuk mencegah kenaikan asam lambung berlebih, caranya dengan selalu menyediakan camilan sehat dan mencegah makanan yang memicu gangguan lambung. (Baca: Hindari Makanan Ini Agar Lambung Tetap Sehat)
  4. Terutama pada fase akut penyakit, batasi asupan kafein
  5. Konsumsi makanan yang bergizi seimbang, agar vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh tercukupi.

Untuk menerapkan prinsip di atas, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

  • Ketika memasak, metode seperti merebus, mengukus, atau memanggang lebih baik karena dapat menghindari penggunaan minyak yang tidak perlu. Untuk bumbu, hindari penggunaan garam, Anda dapat menambahkan rempah-rempah dan sayuran.
  • Hindari membeli makanan dalam kemasan seperti makanan kaleng, fast food, produk olahan kemasan karena cenderung tinggi akan garam. Untuk memastikannya, Anda dapat membaca tabel informasi nilai gizi yang tertera pada setiap kemasan.
  • Selalu usahakan mengonsumsi makanan rumah dan berbahan segar. Jika harus makan di luar, pesan makanan yang dikukus, dipanggang, direbus, dan minta agar tidak diberikan garam. Untuk saus salad, pilihlah saus minyak zaitun, lemon, atau cuka ketimbang saus yang mengandung krim atau mentega.

Umumnya dalam perawatan di rumah sakit, pasien akan menjalani pengaturan diet yang dilakukan oleh ahli gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien yang berbeda. Perlu diperhatikan berapa kebutuhan kalori ayah Anda, apakah ayah Anda juga menderita diabetes, bagaimana dengan kadar kolesterolnya, dsb. Hal tersebut perlu dipertimbangkan untuk menyesuaikan jenis makanan yang tepat. Sayang sekali kami tidak mengetahui riwayat medis lengkap beliau sehingga tidak dapat memberikan daftar makanan yang mendetail. Namun untuk gambaran umumnya, Anda dapat membaca beragam makanan yang disesuaikan untuk penderita penyakit jantung di artikel yang telah kami buat berikut: 

Mintalah daftar lengkap tersebut kepada dokter ayah Anda dan jangan sungkan untuk berdiskusi dengan dokter. Kemudian penting juga untuk diatasi penyebab dasarnya. Apakah itu darah tinggi (hipertensi), diabetes, dan sebagainya. Merokok juga harus dihentikan jika ayah Anda merokok. Kemudian lakukan kontrol rutin ke dokter yang merawat ayah Anda agar kesehatan beliau senantiasa terjaga.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar