Sukses

Haid Hingga 15 Hari

18 Jan 2016, 17:10 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dokter saya wanita usia 27 thn.saya suda menikah 4 thn,tp blm memiliki anak. Tp bukan mslah anak yg mau saya tnyakan..juni 2015 kemarin saya dpindahtugaskan jauh dr keluarga dan hrus tinggal sndiri,slama ini siklus haid sy tratur 21 hari.tp mulai oktober haid sedikit skali.kmudian sy haid november dan mnum jamu pelancar haid.haidnya banyak dan kluar gumpalan merah hati.dan haid smpai 3minggu.krna blm brhenti sy ke dokter kandungan dan di USG. Hasil USG mengatakan rahim saya bagus dan bersih.jd krna efek stress dan kelelahan (saat itu saya sering bolak balik pwk-bndung-sukabumi).saya diberi obat.setelah sy mnum sampai habis trnyata haid blm juga brhenti.jd krna saat itu saya lg dluar kota jd sy minum obat shinsei untuk pendarahan rahim.berhenti lah haid saya.dan siklus sy tetap 21 hari.tp mslah gg ttep brlanjut saya haid desember-januari ini lama skali walopun siklus teratur tp rentang haid smpai 15 hari bru brhenti.krna siklus sy 21hari jd setelah brhenti haid 6hari kmudian sy haid lgi.dan untuk haid ini saya masih kluar darah sedikit.saya haid tgl 9desmber -23 desember, haid lg tnggal 29 desember sampai skrg tgl 17 januari.toling saya dokter. Apa sy gangguan hormon krna stres?atau sya hrus cek apa y dok?USG sudah apalagi?.makasih sbelumnya

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Siklus menstruasi yang normal berlangsung antara 21-35 hari, selama 2-8 hari dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari. Menoragia merupakan suatu kelainan menstruasi dimana perdarahan menstruasi lebih dari 80ml/hari pada siklus yang normal. Sementara menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari disebut sebagai hipermenorrea.

Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya menstruasi (menorragia) dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:

a) Adanya Kelainan Organik:

  • infeksi saluran reproduksi
  • kelainan koagulasi, misal : akibat Von Willebrand Disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
  • Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.

b) Kelainan Hormon Endokrin

Misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll

c) Kelainan Anatomi Rahim

Seperti  adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.

d) Iatrogenik

Misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatanantikoagulan.

Dalam kasus anda memang perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebab gangguan haid tersebut. Karena, apabila kondisi ini terus dibiarkan tanpa diberikan pengobatan, maka dapat menyebabkan komplikasi tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga memicu terjadinya anemia.

Gejala-gejala yang timbul akibat anemia diantaranya adalah napas menjadi lebih pendek, mudah lelah, jari tangan dan kaki menjadi kebas, sakit kepala, depresi, konsentrasi menurun.

Pengobatan menorrhagia sangat tergantung kepada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika menoragia diikuti oleh adanya anemia, maka zat besi perlu diberikan untuk menormalkan jumlah hemoglobin darah. Terapi zat besi perlu diberikan untuk periode waktu tertentu untuk menggantikan cadangan zat besi dalam tubuh.

Selain itu, menorrhagia juga dapat diterapi dengan pemberian hormon dari luar, terutama untuk menorrhagia yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal. Terapi hormonal yang diberikan biasanya berupa obat kontrasepsi kombinasi atau pill kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron.

Sedangkan untuk Menorrhagia yang terjadi akibat adanya gangguan anatomi (misalnya, mioma) dapat diterapi dengan melakukan terapi hormonal atau dengan pengangkatan mioma dalam rahim baik dengan kuretase ataupun dengan tindakan operasi.

Berdiskusilah lebih lanjut dengan dokter kandungan anda perihal pemeriksaan lain yang perlu anda jalani untuk mencari penyebab gangguan haid yang anda alami, serta rencana terapi yang akan diberikan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar