Sukses

Kondisi Oligoasthenoteratozoospermia

16 Jan 2016, 21:15 WIB
Pria, 29 tahun.

Dok.... apa itu oligo astheno terato zoospermia? apa saya masih bisa mendapatkan keturunan dok?

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Oligoasthenoteratozoospermia atau OAT adalah kondisi yang mencakup oligozoospermia (jumlah sperma sedikit), asthenozoospermia (pergerakan sperma tidak normal), and teratozoospermia (bentuk sperma abnormal). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan pada pria.

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

  • Kelelahan
  • Tidur yang kurang
  • Kegemukan
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi
  • Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
  • Ketidakseimbangan hormon testosteron
  • Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)
  • Infeksi saluran reproduksi
  • Kelainan kromosom

Pada kondisi ini jika menginginkan adanya kehamilan bisa dengan Inseminasi buatan, yaitu peletakan sperma ke saluran reproduksi wanita dengan menggunakan cara buatan dan bukan dengan proses alami. Proses yang dijalani dimulai dengan meletakkan sperma segar atau sperma yang telah dibekukan (sperma normal baik bentuk maupun pergerakannya) ke dalam serviks (leher rahim) atau yang disebut dengan Intracervical Insemination (ICI)) atau  di dalam rahim wanita  atau disebut Intrauterine Insemination (IUI).

Sperma akan diambil melalui proses masturbasi dan disarankan agar pria tidak ejakulasi selama 2-3 hari sebelum pengumpulan sampel dilakukan. Sedangkan pada wanita, siklus menstruasi akan dipantau ketat guna mengetahui kapan waktu ovulasi yang tepat menggunakan beberapa penanda ovulasi seperti temperatur tubuh basal, perubahan lendir vagina, ultrasonografi, atau pemeriksaan darah.

Apabila inseminasi menggunakan IUI maka sperma akan 'dicuci' terlebih dahulu di laboratorium. 'Pencucian' ini akan meningkatkan proses fertilisasi atau pembuahan dan menyingkirkan lendir yang tidak diperlukan serta  sperma dengan motilitas atau pergerakan kurang. Hal ini memang disarankan untuk  dilakukan guna mendapatkan sperma yang berkualitas.

Pasangan yang melakukan inseminasi memiliki kemungkinan berhasil sekitar 5-20% setiap siklusnya. Persentase keberhasilan dapat ditingkatkan apabila dikombinasikan dengan terapi hormonal sebelumnya. Inseminasi buatan ini memang tidak selalu berhasil untuk setiap pasangan. Beberapa pasangan mungkin membutuhkan beberapa kali mencoba baru terjadi kehamilan. Umumnya inseminasi buatan dilakukan sebanyak 3 kali sebelum terjadinya kehamilan atau beralih ke terapi lainnya.

Kami sarankan Anda berkonsultasi kepada dokter spesialis andrologi atau spesialis urologi yang berkompeten dalam menangani masalah kelainan sperma ini. Berikut kami sertakan artikel untuk melengkapi informasi Anda: 6 Kelainan Sperma yang Penting Anda Ketahui

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar