Sukses

Gangguan Saraf Simpatis dan Parasimpatis

14 Jan 2016, 20:52 WIB
Wanita, 18 tahun.

Selamat sore dok, saya mau bertanya sudah lmyan lama saya sering sakit kepala terkadang pusing tapi akhir2 ini sakit kepala yang saya rasakan begitu sakit akhirnya saya periksa ternyata vertigo, keluhan lain sayang sering merasakan nyeri pada lutut ketika akan jongkok tiba2 sakit, riwayat kesehatan saya pernah di rawat dan ditangani oleh dokter saraf, terus hasil kesehatan saya yg terkahir adanya ketidak seimbangan antara saraf simpatis dan parasimpatis. Apa penyebab yang saya alami? Apakah saya perlu untuk memeriksakan diri ke dokter saraf lagi? Terimakasih..

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Pada sistem saraf manusia, terdapat divisi dari saraf perifer yang disebut sistem saraf otonom. Sistem saraf ini bekerja meregulasi proses-proses tertentu dalam tubuh, seperti pengaturan tekanan darah dan frekuensi napas. Sistem ini bekerja secara otomatis, di bawah sadar manusia. Saraf otonom mensuplai persarafan ke organ-organ dalam seperti pembuluh darah, lambung, usus, hati, ginjal, kandung kemih, alat kelamin, paru, pupil, dan otot mata, jantung, serta kelenjar keringat, ludah, dan pencernaan.

Sistem saraf otonom memiliki dua bagian utama: simpatis dan parasimpatis. Setelah sistem saraf otonom menerima informasi dari dalam tubuh dan lingkungan sekitar, sistem tersebut meberikan respon dengan menstimulasi proses-proses dalam tubuh, umumnya melalui bagian simpatis, atau menghambat proses melalui sistem saraf parasimpatk.

Karena itu, gangguan pada sistem saraf ini memiliki gejala yang bervariasi, termasuk gangguan regulasi frekuensi denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, berkeringat, dan fungsi saluran pencernaan serta kandung kemih. Gejala-gejala lain yang dapat ditemukan antara lain lemah, kepala seperti melayang, pingsan (sinkop), dan gangguan kognitif.

Gangguan sistem saraf otonom dapat disebabkan oleh kondisi atau proses penyakit lain, seperti diabetes, guillain-barre syndrome, atau sebagai kelainan primer dimana sistem saraf tersebut merupakan satu-satunya sistem yang mengalami gangguan atau disfungsi otonom, yang umumnya berupa hipotensi ortostatik atau intoleransi ortostatik, sindrom takikardia ortostatik, sinkop (pingsan), hingga disfungsi ereksi dan gangguan kandung kemih neurogenik.

Pada kasus anda perlu dicari terlebih dahulu penyebab gangguan saraf yang Anda maksud. Untuk itu kami sarankan Anda kembali memeriksakan diri ke dokter saraf yang menangani Anda agar dapat diketahui diagnosis dan adakah kaitannya dengan penyakit lain, sehingga Anda memperoleh terapi optimal.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar