Sukses

Sisik di Kulit Kepala

13 Jan 2016, 19:19 WIB
Wanita, 36 tahun.

Selamat sore, Dok dikulit luar kepala di kening terdapat becak putih, tidaj gatal. Sudah diperiksakan kedokter kulit, menurutnya jamur dan dikasih obat oles dan tablet. Tapi selama dua mibggu belum hilang malah terdapat sisik dan kasar. Apa ada indikasi lain terkait penyakit ini?

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sayang sekali Anda tidak menjelaskan secara spesifik sisik yang ada di kepala. Apakah disertai kerontokan rambut? Beberapa kelainan berikut dapat menyebabkan kerontokan dan sisik pada kepala namun dengan gejala berbeda.

Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit atau peradangan (inflamasi) di mana telah terbukti adanya peran kolonisasi jamur Pityrosporum Ovale yang merupakan organisme normal pada kulit yang terkena. Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang berlangsung kronik dan kambuhan. Dermatitis seboroik ditandai dengan kemerahan, gatal, dan kulit bersisik, paling sering mengenai kulit kepala (ketombe), tetapi juga dapat mengenai kulit pada bagian tubuh lainnya seperti wajah, dada, lipatan lutut, lengan dan lipat paha. Sisik pada dermatitis seboroik terasa seperti berminyak dan berwarna kekuningan. Dermatitis seboroik memang tidak dapat disembuhkan sempurna namun dapat dikontrol.

Menjaga kebersihan memegang peranan penting di dalam mengontrol dermatitis seboroik. Membersihkan kepala secara teratur akan mengurangi tumpukan minyak di kepala. Aktivitas di luar rumah yang dapat memicu peningkatan produksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak sebaiknya dihindari.

Pada dermatitis seboroik umumnya akan digunakan sampo yang berisi sulfur presipitatum atau ketokonazol dan turunannya. Menurut  American Academy of Dermatology, dermatitis seboroik pada anak-anak (cradle cap) ditangani dengan sampo atau lotion yang mengandung kortikosteroid lemah atau antijamur seperti ketokonazol. Orang dewasa membutuhkan preparat kortikosteroid yang lebih kuat. Selain itu, sampo yang mengandung tar, zinc pyrithione, selenium sulfida, ketoconazol, dan atau asam salisilat juga direkomendasikan.

Namun preparat yang mengandung kortikosteroid dapat memiliki efek samping. Krim/sampo/gel/lotion yang mengandung kortikosteroid sebaiknya dipakai menurut petunjuk dokter. Pada kasus kambuh yang tidak dapat ditangani dengan antijamur dan kortikosteroid, agen supresi seboroik seperti isotretinoin dapat digunakan untuk mengurangi aktivitas kelenjar sebasea.

Tinea Kapitis

Tinea kapitis adalah infeksi jamur yang mengenai kulit kepala dan rambut. Jamur penyebabnya adalah jamur golongan dermatofita.  Dermatofita adalah golongan jamur yang keratinofilik (menyukai keratin) dan menjadikan keratin sebagai sumber nutrisinya sehingga dapat berkoloni di jaringan yang mengalami keratinisasi. Pada tinea kapitis biasanya lesi berbentuk bulat (botak) atau disebut bentuk gray patch ringworm. Terapinya pun berbeda. Pada umumnya kasus tinea diobati dengan obat griseofulvin oral ditambah anti jamur topikal.

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit dibawahnya.

Psoriasis sering timbul di kuku, dimulai dari bintik putih pada kuku sampai ke penebalan kuku, juga mengenai kulit kepala (skalp) ditandai dengan sisik besar dan penebalan dengan warna kemerahan yang akan melewati batas rambut. Selain itu penyakit ini sering mengenai siku dan lutut, walaupun dapat juga mengenai wajah, lipat lutut dan siku, genitalia, telapak tangan dan kaki, sesuai tingkat keparahannya penyakit ini bisa meluas keseluruh tubuh (eritroderma) yang akan menimbulkan kegawatan dan dapat mengancam jiwa.

Psoriasis merupakan inflamasi kronis pada kulit yang sering terjadi.

Pengobatan untuk pasien psoriasis bergantung pada lokasi, tipe, dan keparahan dari penyakit. Pengobatannya dapat meliputi agen sistemik, analog vitamin D, sinar UV-B, psoralen PUVA (UV-A).

Bagaimana dengan kelainan kulit Anda? Penggunaan obat harus dilakukan dengan pengawasan dokter. Kami sarankan Anda kembali memeriksakan diri ke dokter Anda agar dapat dinilai terapi sebelumnya dan dilakukan evaluasi selanjutnya. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar