Sukses

Hipospadia dan Pengaruh Terhadap Sperma
14 Jan 2016, 20:29 WIB
Wanita, 24 tahun.

Saya mau tanya soal hipospadia. Dulu sudah pernah dioperasi namun lubang pada penis dibuat di bagian bawah tepatnya di tengah. Dan telurnya juga cuma 1 dok. Apakah hal itu dapat mempengaruhi kualitas dan jalannya sperma saat berhubungan intim? Terima kasih banyak dok.

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan lahir dimana meatus uretra eksternus (lubang kencing) terletak di bagian bawah dari penis dan letaknya cenderung lebih kearah pangkal penis dibandingkan normal. Hipospadia juga biasanya disertai bentuk abnormal penis yang disebabkan adanya chordee dan adanya kulit di bagian punggung penis yang relatif berlebih dan bagian bawah yang kurang. Pada beberapa kasus hipospadia juga disertai dengan undescended testis (testis tidak turun sempurna) sehingga turut mempengaruhi kesuburan seseorang. 

Hipospadia memang dapat mempengaruhi kesuburan (gangguan fertilitas), namun tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang memiliki hipospadia dapat memiliki keturunan. Pria dewasa dengan hipospadia sulit memperoleh keturunan, bukan karena penurunan kualitas sperma, tetapi dikarenakan kesulitan membuahi sel telur akibat sperma yang normalnya dikeluarkan melalui saluran yang sama dengan air seni yang normalnya berada di ujung penis, pada hipospadia meatus uretra eksternus (lubang kencing) terletak di bagian bawah dari penis dan letaknya lebih kearah pangkal penis dibandingkan normal, sehingga sel sperma kesulitan untuk berenang mencapai rahim menuju sel telur.

Kemudian masalah pada testis memang dapat menjadi salah satu pertanda kesuburan dan berpengaruh terhadap volume dan kualitas sperma. Namun Anda masih dapat berkesempatan untuk mendapatkan keturunan apabila masih terdapat 1 testis yang normal.

Penentuan tipe hipospadianya lebih baik dilakukan dengan pemeriksaan fisik. Penanganannya adalah dengan dioperasi. Tujuan operasi pada hipospadia adalah agar pasien dapat berkemih dengan normal, bentuk penis normal, dan memungkinkan fungsi seksual yang normal. Hasil pembedahan yang diharapkan adalah penis yang lurus, simetris, dan memiliki meatus uretra eksternus pada tempat yang seharusnya, yaitu di ujung penis. Untuk mendapatkan kepastian sebaiknya periksakan secara langsung diri Anda dan suami ke dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis urologi. Apabila hipospadia telah dikoreksi melalui operasi, umumnya masalah infertilitas juga turut dapat diatasi. 

Beberapa cara lain dalam mendapatkan keturunan pada hipospadia juga bisa dilakukan dengan melakukan rekayasa reproduksi, antara lain:

  1. Inseminasi buatan: penaburan spermatozoa suami ke dalam saluran reproduksi istri. 
  2. Fertilisasi in vitro (FIV) atau bayi tabung, yaitu pembuahan di luar tubuh dengan penandur-alihan embrio ke selaput permukaan dalam rongga rahim dengan bantuan kanula kecil melalui saluran leher rahim 

Pada kedua hal di atas, yang terpenting adalah memastikan bahwa suami Anda tidak bermasalah dengan kualitas spermanya dan Anda tidak bermasalah dengan telur dan kandung telur Anda. Karena kehamilan dipengaruhi oleh ketiga hal itu ditambah dilakukannya hubungan seksual di masa subur Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar