Sukses

Promil Pasca Kuretase Karena Blighted Ovum

09 Jan 2016, 21:19 WIB
Wanita, 24 tahun.

Selamat malam dokter.. Saya di bulan Desember 2015 kemaren mengalami hamil Kosong atau Blighted Ovum, dan di lakukan kuret, pada saat usia kehamilan 8 minggu.. Mau nanya dok, kapan waktu yang tepat untuk kami bisa promil kembali, dan apakah ada efek samping dari kuret tersebut... terimakasih atas respon dan jawabanya..

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com

Kami memahami kekecewaan yang Anda rasakan. Blighted ovum atau kehamilan kosong terjadi ketika sel telur yang dibuahi tertanam dalam rahim, namun tidak berkembang menjadi embrio. Pada saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi (konsepsi) tidak berkembang menjadi sebuah embrio, hal ini juga disebut sebagai kehamilan anembryonic dan merupakan penyebab utama kegagalan awal kehamilan atau keguguran.

Meski tidak ada janin, Blighted ovum bisa membuat ibu merasa hamil sungguhan, karena memang kantung kehamilan berkembang seperti biasa. Ibu memang mengalami beberapa gejala kehamilan, seperti menstruasi terhenti, mengalami mual dan muntah, perut makin membesar dan payudara mengeras. Bahkan hasil pemeriksaan air seni melalui test pack maupun laboratorium, bisa saja menunjukkan hasil positif, namun juga bisa negatif.

Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab Blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya. Jika penyebabnya infeksi maka dapat diobati agar tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan – disarankan agar tidak hamil dulu selama 3 bulan pascakuret agar rahim benar-benar sehat.

Penyebab dari blighted ovum sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Penyebab Blighted ovum cukup beragam, di antaranya:

  • Hampir 60% blighted ovum (kehamilan kosong) disebabkan adanya kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sel sperma.

  • Infeksi rubella, infeksi TORCH, kelainan imunologi, dan sakit kencing manis/diabetes melitus yang tidak terkontrol.

  • Semakin tua usia istri dan suami serta semakin banyak jumlah anak yang dimiliki juga dapat memperbesar peluang terjadinya kehamilan kosong. Hal itu disebabkan karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.

  • Rendahnya kadar hormon pembentuk placenta beta HCG (Human Chorionic Gonadotropin) serta faktor imunologis (terbentuknya antibodi terhadap janin)

  • streptokokus

  • Pembelahan sel yang abnormal

Jika disebabkan kelainan kromosom, maka tidak banyak yang bisa dilakukan karena sudah merupakan kelainan bawaan. Namun jika karena infeksi TORCH atau streptokokus, masih dapat diobati agar kehamilan seperti ini tidak terulang kembali. Dengan kata lain, setelah menjalani pengobatan atau terapi dengan baik, tidak tertutup peluang bagi ibu untuk dapat hamil yang sebenarnya.

Tentu saja Anda dapat hamil berikutnya dan segera melakukan program hamil setelah rahim Anda dinyatakan bersih. Untuk kehamilan berikutnya, Pencegahan secara dini dapat Anda lakukan,seperti:

  • Melakukan imunisasi Ibu untuk menghindari masuknya virus rubella ke dalam tubuh

  • Rencanakan kehamilan yang sehat

  • Tak hanya pada calon ibu, calon ayah pun disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok dan memulai hidup sehat saat prakonsepsi.

  • Melakukan pemeriksaan kromosom

  • Periksakan kehamilan secara rutin. Sebab biasanya kehamilan kosong jarang terdekteksi saat usia kandungan masih muda.

  • Selalu mengontrol kadar gula darah. Lakukan pemeriksaan kromosom, utamanya bagi pasutri di atas 35 tahun

  • Membiasakan pola hidup sehat

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar