Sukses

Pemberian MPASI

12 Jan 2016, 15:07 WIB
Wanita, 34 tahun.

Dok,makanan apa saja baik untuk meningkatkan bb bayi usia 6 bln keatas?dan apakah putih2 dilidah bayi itu berbahaya,krn sulit dibersihkan,adakah hubungannya dengan jenis makanan yg diberikan?makasi

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Seiring dengan bertambahnya usia Si Kecil, frekuensi pemberian makannya pun akan meningkat. Menurut WHO, frekuensi yang dijadikan acuan bergantung pada kandungan energi yang terdapat dalam masing-masing bahan makanan, dan porsi standar yang diberikan setiap kali makan.

Sebagai contoh, pada bayi yang mendapat ASI eksklusif, menginjak usia 6-8 bulan, pemberian MPASI perlu dilakukan 2-3 kali sehari. Pada usia 9-11 bulan, sebanyak 3-4 kali sehari. Dan pada usia 12-24 bulan, sebanyak 3-4 kali sehari dengan diselingi tambahan camilan bernutrisi sebanyak 1-2 kali sehari.

Apabila bahan makanan yang dijadikan MPASI mengandung kadar energi yang rendah, atau pada bayi yang tidak lagi mendapatkan ASI, maka frekuensi makan perlu ditingkatkan.

Kemudian dalam menyiapkan menu, pemberian protein atau lauk perlu dilakukan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan bayi. Begitu pula dengan pemberian buah yang dapat ditingkatkan teksturnya, mulai dari puree, buah yang dilumatkan, hingga buah dalam potongan kecil.

Berikut adalah contoh jadwal pemberian makan untuk Si Kecil, berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI:

  • 6-7 bulan

Pukul 06.00: ASI

Pukul 09.00: Buah/sari buah

Pukul 12:00: ASI

Pukul 15:00: Buah/sari buah

Pukul 18:00: ASI

Pukul 21:00: ASI

  • 7-8 bulan

Pukul 06.00: ASI

Pukul 09.00: Buah/sari buah

Pukul12:00: Bubur susu

Pukul 15:00: Buah/sari buah

Pukul 18:00: ASI

Pukul 21:00: ASI

  • 8-9 bulan

Pukul 06.00: ASI

Pukul 09.00: Buah/sari buah

Pukul12:00: Bubur susu

Pukul 15:00: Biskuit

Pukul 18:00: Tim saring

Pukul 21:00: ASI

  • 9-10 bulan

Pukul 06.00: ASI

Pukul 08:00: Bubur susu

Pukul10:00: Buah/sari buah

Pukul13:00: Tim saring

Pukul 15:00: Biskuit

Pukul 18:00: Tim saring

Pukul 21:00: ASI

  • 11-12 bulan

Pukul 06.00: ASI

Pukul 08:00: Nasi tim

Pukul10:00: Buah/sari buah

Pukul13:00: Nasi tim

Pukul 15:00: Biskuit

Pukul 18:00: Nasi tim

Pukul 21:00: ASI

Di antara waktu makan, selingi dengan pemberian camilan bernutrisi seperti buah (pisang, pepaya, nangka, mangga), biskuit bayi, atau bubur kacang hijau.

Jadwal di atas merupakan contoh referensi yang tidak bersifat mutlak. Sesuaikan dengan kebutuhan Si Kecil dan jumlah ASI yang dapat dihasilkan. Namun, menerapkan agenda makan yang terencana tetaplah penting, karena dapat membuat tubuh Si Kecil lebih mudah membangun regulasi internal dan metabolisme yang teratur.

Putih-putih di dalam rongga mulut bayi bisa merupakan oral trush. Oral Thrush atau candidiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur candida. Candida dalam jumlah kecil merupakan flora normal di mulut. Candidiasis umum dijumpai pada mulut bayi yang dapat disebabkan karena kurang terjaganya kebersihan di mulut bayi atau karena pertumbuhan berlebih candida di mulut bayi akibat dari sebab yang tidak diketahui.

Banyak kasus ringan yang hanya muncul dalam waktu singkat dan sembuh tanpa pengobatan. Obat nystatin merupakan salah satu alternatif pengobatan candida. Umumnya sudah terdapat perbaikan setelah 7 hari dari hari pertama pengobatan.

Setelah obat diberikan, jangan dibilas dengan air putih, cukup didiamkan karena obat akan bekerja di area yang terkena jamur. Apabila terdapat rontokan, Anda dapat membersihkannya dengan kassa yang steril. Candidiasis dapat berulang pada bayi. Untuk menghindarinya, sebaiknya Anda melakukan beberapa tips di bawah ini :

  • Secara teratur, sterilkan botol susu anak Anda, terutama dot susu anak Anda
  • Apabila dot sudah lama, secara berkala ganti dengan dot yang baru
  • Sterilkan semua mainan mulut yang sering dimasukkan ke mulut anak Anda
  • Setiap kali habis menyusu, bersihkan mulut anak Anda dengan air bersih secukupnya atau kassa basah untuk menghindari penumpukan sisa susu yang dapat menyebabkan perkembangan jamur berlebih

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar