Sukses

Efek Samping Kontrasepsi Darurat

08 Jan 2016, 15:40 WIB
Wanita, 24 tahun.

Selamat Pagi.. Saya mau bertanya tentang penggunan Pil Kondar (Postinor) terlalu sering/pemakaian jangka panjang? apakah ada Efek samping buat ke depannya seperti Susah punya anak.. atau mungkin Efek samping lainnya?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Anda dapat mengunjungi dokter untuk mendapatkan kontrasepsi darurat. Kontrasepsi darurat adalah jenis KB yang digunakan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, seperti dalam kasus :

  • Lupa memakai kondom, kondom bocor, lepas, atau salah menggunakannya
  • Diafragma pecah atau robek
  • Kegagalan teknik sanggama terputus
  • Salah menghitung masa subur
  • Spiral terlepas
  • Lupa minum dua atau lebih pil KB
  • Terlambat suntik KB lebih dari 2 minggu
  • Perkosaan

Memang kontrasepsi yang sering disebut sebagai “morning after pill’ ini tidak bekerja seefektif kontrasepsi pada umumnya yang dipakai rutin, namun akan lebih baik jika tidak memiliki perlindungan sama sekali. Angka kegagalan dari kontrasepsi darurat ini adalah 3%.

Kontrasepsi darurat terdiri dari pil kombinasi dosis tinggi, pil kombinasi dosis rendah, pil progesteron, pil estrogen, dan spiral. Namun mohon maaf sebelumnya, kami tidak dapat menyebutkan nama obat untuk menghindari bias promosi. Pil efektif jika digunakan dalam waktu 72 jam pasca sanggama. Pil ini tidak dapat digunakan sebagai kontrasepsi jangka panjang. Sementara itu, spiral masih efektif dalam waktu 7 hari pasca sanggama, namun tidak dapat digunakan untuk wanita yang mengalami infeksi kelamin dan organ kewanitaan.

Terdapat beberapa efek samping dari penggunaan pil KB ini, yaitu mual, muntah,  flek-flek, nyeri perut, dan sakit kepala. Jika Anda muntah dalam 2 jam setelah meminum pil, Anda harus kembali meminum pil tersebut. Untuk jangka panjang tidak ada efek samping yang laen. Hanya saja disarankan kontrasepsi ini digunakan untuk keadaan darurat saja.

Kontrasepsi ini tidak dapat “menggagalkan” kehamilan yang sudah terjadi, namun hanya dapat berfungsi untuk mencegah sebelum kehamilan itu terjadi.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar