Sukses

VDRL dan TPHA Positif

13 Jan 2016, 18:31 WIB
Pria, 33 tahun.

Mlm dok lngsng saja sy td hbs terima hsl lab vdrl reactive 1:32 , tpha 1:1280 apa sy terkena sifilis atau positif apa tindakan yg hrs sy lakukan dan apa itu berbahaya terima kasih dok tlng di jwb slmt mlm

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) adalah pemeriksaan skrining untuk mengetahui infeksi yang disebabkan oleh Treponema Pallidum, bakteri penyebab penyakit sifilis. Pada orang sehat, hasilnya negatif. Hasil VDRL Anda menunjukkan tanda positif. Berdasarkan penelitian VDRL positif , dapat disertai dengan hasil positif palsu atau benar-benar positif dengan titer rendah. Hasil positif palsu dapat dibagi menjadi 2 yatu :

  • Akut : dapat disebabkan infeksi virus , bakteri , imunisasi , parasit malaria

  • Kronik : dapat disebabkan oleh SLE , penyakit kardiovaskular , gangguan autoimun dan paling sering (70%) ditemukan pada wanita .

Untuk pemeriksaan VDRL, memang ada yang disebut dengan kondisi positif palsu. Mengapa? Karena pemeriksaan ini memang tidak spesifik untuk penyakit Syphillis saja (silahkan baca Pemeriksaan VDRL & TPHA).

Untuk itu memang perlunya konfirmasi dengan Treponema pallidum aglutination assay  (TPHA) . TPHA 1/1280 menunjukan mengandung antibodi Treponema Pallidum. VDRL dan TPHA positif menunjukkan kemungkinan besar positif sifilis. Apakah sebelumnya pemeriksaan Anda pernah positif juga? Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang sebelumnya menderita sifilis, dari ibu ke anak dalam rahim, ataupun melalui transfusi darah. Pada umumnya tes TPHA bila telah reaktif, akan tetap reaktif di dalam waktu yang lama walaupun terjadi penurunan antibodi setelah pengobatan. Sifilis dapat saja belum sembuh benar, kambuh, atau terkena infeksi ulang.

Pengobatan sifilis adalah dengan memberikan antibiotik (perolehlah langsung dari dokter). Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup yang juga diperlukan adalah menghindari aktivitas seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman(kondom). Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk mengetahui diagnosis pasti Anda sehingga dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat.

Untuk menambah wawasan Anda mengenai sifilis Anda dapat membaca artikel berikut Syphilis - Sifilis (5 Juli 2010) 

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan anda lekas sembuh.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar